Wilkomen en Sugeng Rawuh

Situs ini adalah wadah penampungan segala apa yang saya fikirkan berkenaan dengan fenomena alam sekitar baik yang natural maupun yang artifisial.  Di sini saya mengekspresi pengamatan dan perasaan soal film, musik, kehidupan keseharian, tempat makan minum, peristiwa sosial dan apapun banyak hal lain di alam dunia. Situs ini pula saya fungsikan sebagai wadah dokumentasi pemikiran dalam interaksi di berbagai media sosial seperti facebook, twitter, yang sayang jika harus hilang ditelan timeline. Kesemua pemikiran, renungan, maupun ketidaktahuan dalam menginderai hidup saya ungkap dalam tulisan walau saya sepenuhnya tahu: tak semua yang dirasa dan diindera dapat diungkap secara setimpal dengan kata-kata. Banyak lagi apa yang menjadi amatan dan rasaan inderawi tentang hidup menguap dari otak tanpa pernah bisa diperangkap dengan rangkaian kata karena beragam alasan. Situs ini oleh karenanya, hanyalah secuil saja dari apa yang saya rasa dan alami serta renungkan sebagai manusia.

Tulisan tulisan di blog ini berbeda dari tulisan saya yang lain yang berkadar akademik yakni tulisan di bidang ilmu hukum, suatu bidang ilmu yang saya geluti dalam kapasitas saya sebagai pengajar hukum. Untuk pemikiran di bidang hukum saya telah menampungnya secara tersendiri di situs manunggalkusumawardaya.wordpress.com

 Tegur sapa sudah barang tentu amat dinanti.

Tabik.

Manunggal Kusuma Wardaya

Dalam Senja Yang Beranjak Pergi

images87Dalam temaram cahya mentari

sampai aku, di pantai ini

pantai yang pernah engkau singgahi

disapa  ombak tiada henti

 

dan di sini  di pantai ini

pernah kau biskkan rasa di hati

akan rindu dan  kasih pada diri

yang tak mampu kau tanggung sendiri

 

dalam gemuruh  jiwa melepuh

sejauh pantai aku susuri

‘punguti serpih rasa melankoli

dalam senja yang beranjak pergi

 

 

Di Sebuah Kursi Tua

Di hari itu sebelum senja

Terdampar kita di kursi tua

Berdua duduk berdamping raga

Pada hari kembali berjumpa

SetKursiKayuJengki

Di sanalah di kursi tua

Berbagi kita selaksa cerita

Tentang warna, tawa, dan nada

Ditengah rindu yang tak terkata

 

Dan oh diantara merdu biru cerita

Kau sentuh aku sepenuh jiwa

Hangat kasih yang tak pernah kurasa

Dari tulus hati yang mencinta

 

Di hari ini setelah senja

Beribu depa dari sang kursi tua

Bersimpuh aku mata berkaca

Mengenang bahagia yang pernah ada

 

 

 

 

Sebelum Kau Pergi

8b5cc84379a0c728ce340ac0d69d22fd_950x600_fit.jpgSebelum Kau Pergi

Ijinkanku untuk berterimakasih yang kesekian kali

Atas segala indah yang kau beri

Dan duka bahagia yang telah kau bagi

 

Sebelum Kau pergi

Ijinkan aku untuk sekali lagi merasai

Hangat peluk dan belai kasih

Yang selama ini memberi tentram di hati

 

Sebelum Kau Pergi

Ijinkan aku ungkapkan sekali lagi

Akan dalamnya rasa hati ini

Rasa yang tak mampu aku kuasai

Kasih kepadamu yang teramat berarti

 

Mentjeritakan Dunia; Menduniakan Tjerita