Wilkomen en Sugeng Rawuh

Situs ini adalah wadah penampungan segala apa yang saya fikirkan berkenaan dengan fenomena alam sekitar baik yang natural maupun yang artifisial.  Di sini saya mengekspresi pengamatan dan perasaan soal film, musik, kehidupan keseharian, tempat makan minum, peristiwa sosial dan apapun banyak hal lain di alam dunia. Situs ini pula saya fungsikan sebagai wadah dokumentasi pemikiran dalam interaksi di berbagai media sosial seperti facebook, twitter, yang sayang jika harus hilang ditelan timeline. Kesemua pemikiran, renungan, maupun ketidaktahuan dalam menginderai hidup saya ungkap dalam tulisan walau saya sepenuhnya tahu: tak semua yang dirasa dan diindera dapat diungkap secara setimpal dengan kata-kata. Banyak lagi apa yang menjadi amatan dan rasaan inderawi tentang hidup menguap dari otak tanpa pernah bisa diperangkap dengan rangkaian kata karena beragam alasan. Situs ini oleh karenanya, hanyalah secuil saja dari apa yang saya rasa dan alami serta renungkan sebagai manusia.

Tulisan tulisan di blog ini berbeda dari tulisan saya yang lain yang berkadar akademik yakni tulisan di bidang ilmu hukum, suatu bidang ilmu yang saya geluti dalam kapasitas saya sebagai pengajar hukum. Untuk pemikiran di bidang hukum saya telah menampungnya secara tersendiri di situs manunggalkusumawardaya.wordpress.com

 Tegur sapa sudah barang tentu amat dinanti.

Tabik.

Manunggal Kusuma Wardaya

Di Stasiun ini Aku menanti

Keretamu telah pergi

tinggalkan aku di sini

sendiri merenungi sepi

dan sunyi yang tak terperi

 

Dengan tersedu aku punguti

remah tawa, tangis, dan nyanyi

serta  indah bait puisi

kristal  rasa yang pernah terbagi

 

Teringat akan pesanmu kini

Pesan dari dari dasar hati

Suatu hari nanti kau  akan kembali

 

dan wujudkan semua mimpi

 

Di Stasiun ini aku menanti

Kembalimu pada diri

Yang akan sembuhkan luka di hati

Genggam jemari tak lepas lagi

Tak Ingin

Tak ingin aku pergi

Karena kutahu dirimu tiada di sana

Tak ingin aku bersuka

Karena tanpamu hampa terasa

Tak ingin kubagi rasa

Selain denganmu takkan lega

Aku hanya ingin sendiri

Membakari rindu dalam hati

Aku hanya ingin sendiri

Akhiri hari bersama bayangmu dalam diri

 

Mentjeritakan Dunia; Menduniakan Tjerita