Seputar Album To The So Called The Guilties

Sampul Piringan Hitam To The So Called The Guilties Yang Didesain oleh Handiyanto
Sampul Piringan Hitam To The So Called The Guilties Yang Didesain oleh Handiyanto

Pengantar:

Ini adalah hasil wawancara saya terhadap Handiyanto (1939-2012), eks tehnisi dan orang dekat Koes Bersaudara. Tulisan dengan gaya bertutur di bawah ini adalah mix dari beberapa surat elektronik yang saya tujukan padanya, berusaha mengupas tuntas mengenai pengerjaan album To The So Called The Guilties baik dari aspek artwork maupun teknis rekamannya:

Foto dan design-album ini adalah garapan saya (Handiyanto). Adapun rekaman mentahnya (raw recording) saya juga yang mengerjakan.
Latar belakang album ini adalah pengalaman Koes di penjara, di mana mereka banyak bertemu dengan teman senasib yang masuk penjara tanpa tahu kesalahan dan pasa-pasal KUHP yang dilanggar. Kesalahan yang terlalu dicari-cari atau akibat fitnah ‘musuh’ yang mampu membeli ‘hamba hukum’.

Warna hitam-putih itu saran dari Mas Tonny Koeswojo yang melambangkan kegelapan hukum bagi orang awam di Indonesia, yang saya tafsirkan dengan huruf besar dan menyolok yang melambangkan betapa mudahnya mencap seseorang bersalah dan tanpa peradilan dimasukkan penjara berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Apakah hal ini sekarang masih terjadi atau tidak hanya Tuhan yang mengetahuinya. Menurut ‘penciuman’ saya sepertinya masih tetap ada dan terjadi.

Oh ya, kembali soal data rekaman To The So Called The Guilties, album ini mungkin merupakan satu-satunya album PH yang tidak umum cara merekamnya. Saya mengutarakan ide kepada Oom Dick sebagai produser dan pemilik studio untuk membuat rekaman Koes secara live, sekaligus antara instrumen dan vokal karena dalam latihan-latihan yang direkam hasilnya lebih ‘bernyawa’. Perpaduan instrumen dengan vokal lebih baik dan tepat karena si pemain instrumen adalah penyanyinya sendiri.
Saya diberi kesempatan untuk mengadakan rekaman percobaan yang disetujui pula oleh Tonny K.

Saya atur penempatan instrumen dan microphone seolah-olah di panggung. Hanya Nomo yang tetap ‘di kandang’ drum supaya suara drum tidak bocor masuk microphone lain. Setiap speaker instrumen dipasangi 1 mic kecuali drum set dipasangi 3 microphone. Untuk vokal masing-masing satu mic. Setelah semua siap dan di ruang kontrol Oom Dick, Bung Rachman, Bung Zaini dan Bung Jimmi duduk mendengarkan.

Saya minta melalui intercom supaya Koes memainkan dan menyanyikan sebuah lagu. Saya atur volume instrumen dan vokal sesuai selera saya tentunya, dan setelah itu mulai dengan test recording. Setelah selesai, kita dengarkan bersama, semua sependapat hasilnya sangat baik, sehingga rekaman bisa langsung dimulai. Sebanyak mungkin lagu sudah disiapkan, ternyata dalam satu malam bisa selesai sekitar 15 lagu, kalau saya tidak salah ingat, yang jelas sudah lebih dari cukup untuk satu album.

Jadi album To The So Called The Guilties adalah album yang proses rekamannya paling cepat, hanya satu malam alias satu session. Hari-hari berikutnya Bung Rachman, Zaini dan Jimmi tinggal memoles dan mematangkan untuk dibuat master tapenya gunya proses selanjutnya.

Saya sendiri membuat fotonya di teras atas rumah/markas Koes di Jl. Sungai Pawan waktu malam, dengan bantuan 2 buah lampu di belakang dan 2 buah lampu masing-masing 60 watt di depan. Untuk mendapatkan efek silhuet dan gambar tidak tajam, saya pergunakan bukaan diafragma 3,5 (maksimum) kecepatan 1/25 detik dan film 100 ASA.

Saya membuat 5 macam cover design dan yang dipilih Oom Dick 1 buah yang langsung dikirim ke percetakan. Seminggu kemudian album dirilis, total memakan waktu 2 minggu saja……

P.T Dimita Moulding Industries/Mesra Record belakangan merilis album “Guilties…” dan “Domba-Mu” dalam format kaset dengan cover bergambar anak-anak Koes sedang memandang balon menghadap kiri. Foto itu sudah pasti saya yang membikin, namun saya tidak tahu siapa yang mendesain, ketika terbang ke Jerman meninggalkan Koes Bersaudara menyusul anak-anak DARA PUSPITA pada pertengahan 1969, P.T Dimita tidak/belum memproduksi kaset dan yang namanya kaset belum dikenal di tanah air…paling kaset kosong/blank tape.

Advertisements