Pecel Madiun Pak Indro TVRI Yogyakarta

Saya mesti beri bintang maksimal untuk nasi pecel Madiun Pak Indro yang ‘buka praktik’ di TVRI Yogyakarta ini. Betapa tidak, pecelnya sangat sedap, nikmat dengan ramuan bumbu pecel yang sangat dahsyat yang pekat dan manis rasanya. Ketika kita memesan, segera akan ditanyai apakah pakai nasi atau tidak. Biasanya walau sudah sarapan di pagi hari, mengelilingi TVRI Yogya di hari minggu sambil melihat-lihat mobil yang dijual (seputar halaman TVRI Yogya memang dipakai untuk Oto Bursa tiap minggunya) akan membuat perut cukup lapar walau hari belum lagi siang. Saya selalu memesan nasi pecel, sedangkan isteri pecel saja tanpa sayur. Satu porsi pecel kita akan mendapatkan dua atau tiga potong rempeyek yang gurih. Kalau mau tambah lauk ada telur asin, tempe goreng, dan juga tahu bacem serta sate. Satenya sate apa saya tak tahu betul karena tak pernah mencoba barang satu tusuk, namun sepertinya sate sapi. Oh ya, ada pula remukan rempeyek untuk menambah nikmat sarapan atau makan siang anda. Tidak bayar alias gratis. Boleh sendok sepuasnya. Pecel akan dihidangkan di tempat makan dari anyaman kayu yang dialasi daun pisang. Harga? saya tidak tahu berapa  satu porsinya. Tapi sekedar untuk referensi, di hari terakhir January 2010 kemarin saya dan isteri memesan 1 nasi pecel, 2 pecel tanpa nasi (saya nambah pecel tanpa nasi), sepotong tempe goreng, dua buah bakwan, dan semuanya seharga limabelas ribu rupiah. Minum? Oh kami tidak pesan minum, karena lebih suka minum air mineral yang menjadi bekal. Sebetulnya kalau boleh jujur, ini memang kebiasaan kami untuk tidak memesan minuman  setiap kali kami makan entah di warung atau di rumah makan, semata dalam rangka penghematan. Saya tidak tahu di mana Pecel Madiun Pak Indro ini bermarkas utama, namun kalau anda suatu saat sedang hunting mobil bekas di TVRI Yogyakarta, maka Pecel Madiun Pak Indro ini sungguh highly recommended. Di baju salah satu karyawannya ada saya baca mottonya “Awas Ketagihan”, dan saya adalah salah satu orang yang telah menjadi ‘korban’ nasi pecel tersebut. Walau sekarang mobil yang dicari sudah didapat, rasanya ingin kembali lagi ke sana setiap minggu. Pringsurat, Temanggung, 1 February 2010
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s