Soto Jawa Timur Mas Wid, Yogyakarta

Letaknya persis di pinggir jalan, di kawasan Sonopakis, sebelah barat Universitas PGRI Yogyakarta. Jalan apa? saya lupa namanya. Yang pasti bangunannya antik, didominasi dari kayu. Di atas pintu masuk terpasang kayu bertuliskan Soto Jawa Timur: Satu-satunya di Yogyakarta. Benarkah? Entah juga. Nuansa seni segera tertangkap dari pemilihan meja makan yang terbuat dari kayu yang luas. Berbagai lukisan terpampang di dinding. Lukisan yang dipasang saat saya bertandang ke tempat ini kebanyakan bergambar dan pengembangan dari gambar kelamin laki-laki. Nikmati saja, dan bebaskan interpretasi dalam memandangnya. Merokok? Boleh. Dan untuk itu ada asbak yang cukup besar bisa dipakai, sebuah asbak yang berbentuk mobil-mobilan dari kayu. Pemiliknya adalah suami isteri Widodo. Widodo sendiri adalah seorang pelukis di Jogja. Alirannya? Surealis. Tapi entahlah, itu hanya kesimpulan dari berbagai lukisan yang seperti telah saya coba deskripsikan tadi. Tempat makan ini didesain seperrti rumah desa. Kursinya menggunakan kursi tua. Dinding bangunan juga berkesan bangunan tua. Kita tidak akan merasa rikuh kalau sampai membikin kotor saat makan di situ. Soto yang dihidangkan terasa segar, panas dengan bumbu yang terasa kuat mewarnai kuah. Dua irisan telur rebus dan irisan tomat segar menambah sedap komposisi soto. Proses pembuatannya pun bisa dilihat, menambah mantap dan merupakan sensasi sendiri. Soto yang panas dan menyegarkan tenggorokan dan perut yang lapar, dengan jeruk nipis yang menyertai amat nikmat disantap terutama untuk sarapan di pagi hari. Plus, kalau anda doyan sate keong yang juga menjadi menu tambahan, akan lebih dahsyat lagi sensasi yang didapatkan. Tempat ini, Soto Jawa Timur Mas Wid pendeknya adalah tempat yang enak untuk mengisi perut dan ngobrol. Tapi, rasanya makan di tempat ini tidak akan kenyang kalau hanya menghabiskan satu mangkok saja. Harganya? Saya sudah lupa, tapi tak terbilang mahal lah…
Advertisements