Imlek 2011

Hari ini, Kamis 3 Februari 2011 bertepatan dengan jatuhnya Tahun Baru Cina. Dan, hari ini pun menjadi hari libur nasional. Kantor-kantor pemerintah tutup, juga Bank dan Kantor Pos. Tahun ini adalah tahun kelinci. Kelinci binatang yang lucu, dikenal sebagai binatang yang suka dan mudah berkembang biak. Sejak kecil aku selalu ingin memelihara binatang ini, namun tak pernah terlaksana. Memelihara kelinci cukup merepotkan. Harus mampu menyediakan rumput atau sayur segar setiap hari. Belum lagi kotorannya yang membawa persoalan tak saja bau, namun juga pembuangannya. Lelaki yang suka mengobral cinta, doyan kawin, dan menggaet perempuan disimbolkan dengan binatang kelinci ini. Majalah Playboy yang banyak menampilkan foto wanita separuh telanjang menjadikan kepala kelinci. sebagai logonya. Apa maknanya tahun kelinci di tahun 2011 ini? Aku tak tahu dan tak hendak irasional untuk menebak-nebak. Tayangan infotainment pastilah penuh dengan prediksi ini dengan prediksi para pesohor-paranormal berikut artis-artis keturunan yang merayakannya. Karena kelinci dikenal sebagai binatang yang doyan kawin, barangkali diantara prediksi media itu akan ada yang menyatakan bahwa ini adalah tahun dimana banyak pasangan pesohor kawin lebih dari sekali.
Sekira empat hari lalu aku sempat chatting via Yahoo Messenger dengan kawan lama, Fang Wang, yang sempat bersama-sama studi di di Fakultas Hukum Universitas Monash. Telah 6 tahun setelah lulusnya kami dari Monash, dan praktis sejak itu komunikasi dengannya hanya via email dan Yahoo Messenger saja. Fang Wang, perempuan Cina berwajah manis yang memakai nama western Olive ini mengatakan padaku ia akan pulang kampung untuk merayakan tahun baru. Aku lupa dari mana ia berasal, namun ia bekerja di sebuah kantor hukum di Beijing. Padaku kukatakan padanya bahwa di Indonesia, tahun baru Cina dikenal dengan istilah Imlek. Ia tak mengenali istilah ini. Juga kukatakan padanya bahwa di waktu kecil pastilah ia mendapatkan uang di dalam amplop yang disebut angpao. Ia pula tidak familiar dengan istilah angpao ini, namun menyebut istilah lain dalam bahasa Cina yang kurasa ada kemiripan dengan angpao, dan kuyakin dari itulah sebenarnya istilah itu berasal.
Waktu ku kecil, keluargaku seringkali mendapat kiriman roti keranjang. tiap hari raya Imlek Roti ini aku tak pernah gemar rasanya,. bentuknya tak menarik, hanya bundar memanjang dan dikemas dalam plastik. Namun begitu, pula bukan berarti tak doyan. Seingatku yang kerap dan selalu mengirim kue keranjang adalah kenalan Bapak, pemilik Toko Intisari yang menjual bahan-bahan kue. Toko Intisari dimiliki oleh orang Tionghoa, dan kukira karena anak pemilik toko itu bersekolah di SMA yang dikepalai oleh Bapak maka ia mengingat dengan mengirimkan kue keranjang. Setelah Bapak tak lagi menjabat kepala sekolah, apalagi setelah pensiun, tak pernah lagi ada kue keranjang datang ke rumah kami tiap Imlek. Pernah Bapak membeli sendiri di supermarket. Aku tak mencicipinya, karena memang tak gemar. Dan beberapa tahun lalu pernah kubeli sendiri kue keranjang itu dengan uangku sendiri. Kini, Imlek 2011 ingin kembali kurasai kue keranjang itu…namun kurasa ku tak akan membelinya.
Temanggung 3 Februari 2011
Advertisements