Warung Jadoel, Magelang

Ayam goreng kampung dan bebek goreng adalah dua menu andalan rumah makan ini. Rasanya? Sedap, gurih, renyah, bertepung. Bebek goreng yang disajikan tidak dalam ukuran besar, namun sedang. Buat saya ukuran ini sudah pas, karena tidak menimbulkan “ill feel” kalau daging yang disajikan terlalu besar. Baik bebek maupun ayam dimasak tidak terlalu kering, menghasilkan goreng bebek maupun ayam yang terbalut tepung halus berwarna kekuningan. Sambalnya? sambal hijau yang pedas dalam wadah batu kecil. Ketagihan sambalnya? boleh saja minta tambah, tapi anda harus bayar ekstra!
Selain sambal yang nambah bayar, kekurangan lainnya menurut saya adalah soal nasi. Jika anda perempuan yang sedang diet, maka porsi nasi yang hanya semangkuk kecil pasti akan mengenyangkan anda. Namun buat kaum pria kebanyakan maupun orang dengan porsi makan yang normal, saya harus bilang, bahwa makan standar di Warung Jadoel Sambung-Magelang ini tidak membikin kenyang. Kalau mau kenyang ya pesan nasi lagi, alias membayar lebih. Berapa? duaribu perak!
Terlepas dari itu, pelayanan yang diberikan terbilang cepat walau dalam suasana ramai sekalipun.Dalam pengamatan saya, rumah makan ini cukup laris sejak pembukaannya. Bisa jadi karena letaknya yang cukup strategis, memasuki kota Magelang dari arah Semarang. Lahan parkir yang teramat luas memudahkan orang untuk memarkir kendaraan tanpa harus takut bersenggolan atau kesulitan dalam atret. Seingat saya, setidaknya tiga kali sudah saya mengunjungi rumah makan ini. Artinya, meskipun ada sisi minor-nya, soal rasa, pelayanan dan suasana toh membuat saya tetap kembali.

Advertisements