Rumah Makan Harmoni Kledung

Melintas jalur Purwokerto-Semarang via Wonosobo, pastilah akan melewati sebuah daerah bernama Kledung. Inilah daerah perbatasan antara Wonosobo dan Temanggung, sebuah dataran tinggi yang terletak diantara dua gunung : Sindoro dan Sumbing. Dari arah Purwokerto, jalan akan mulai menanjak sejak dari Kertek, Reco hingga kemudian Kledung. Dari arah Semarang, jalan yang ditempuh pula akan mulai berjalan menanjak terutama sejak Parakan. Oleh karenanya, Kledung amat pas sebagai tempat pemberhentian, untuk sekedar beristirahat dari perjalanan jauh. Selain hawa pegunungan yang segar, lokasi Kledung yang indah karena ia berada di dua gunung raksasa non-aktif menjadi daya tarik lain. Kalau cuaca cerah, kita bisa berhenti sejenak menikmati pesona indah kedua gunung. Karena ketinggiannya, Kledung tak jarang diselimuti kabut, dengan jarak pandang hanya 5-10 meter. Salah satu tempat makan yang menarik untuk disinggahi adalah Rumah Makan Harmoni. Menawarkan menu khas Lombok yakni ayam taliwang dan plecing kangkung, desain rumah makan ini dibuat sederhana, dengan dominasi bahan bambu petung. Pengunjung dapat memilih untuk duduk di balai bambu, maupun di meja kursi yang juga terbuat dari bambu. Menu lainnya selain ayam adalah bebek goreng, soto, dan bakso. Mencoba ayam bakar taliwang dan ayam goreng sekaligus kesan saya adalah “dua jempol”. Seporsi ayam bakar dan ayam goreng kampung dijual seharga sembilanribu rupiah. Lebih murah, dibanding menu serupa di rumah makan lain di kawasan sekitar. Ayam goreng maupun ayam bakar yang disajikan tak terlalu besar, kecil saja, namun cukup menjadi lauk jika perut lapar. Ayam ini masing-masing hadir dengan lalapan ketimun, daun kemangi, dan kubis serta sambalnya. Khusus ayam bakar, sambal terasi disajikan tersendiri dalam sebuah wadah kecil, sambal yang beda dengan sambal untuk ayam goreng yang disajikan bersama ayamnya. Adapun untuk nasinya, kita akan dijatah, dalam ukuran mangkokan. Namun begitu, jatah nasi ini tidak terlalu sedikit. Kalau perut tidak dalam kondisi yang amat sangat kelaparan, maka jatah satu nasi cukuplah membikin kenyang. Berlama-lama di sini tak perlu khawatir ketinggalan ibadah shalat, karena RM Harmoni juga sediakan tempat shalat yang cukup lega. Sayangnya waktu berkesempatan ke sana, soal estetika kurang diperhatikan oleh pengelola dan karyawan. Terbukti, ada beberapa jemuran yang disampirkan begitu saja di atas atap asbes, yang terlihat dari tempat makan lesehan. Ini tentu saja mengganggu selera dan mood makan customer. Selain itu, taman di dalam juga kurang tergarap dengan baik, membuat kita seolah makan di tengah belukar.
[Catatan: Sejak paruh akhir 2012, RM Harmoni Kledung ini telah tutup. Adapun RM Harmoni di Jalan Raya Wonosobo-Kertek masih buka]
Advertisements