Kaset Bekas Depan Pasar Bringharjo

Di mana membeli kaset bekas di Yogyakarta? Jawaban beragam, dan saya sering mendapatkan ragam jawaban itu dari teman atau kenalan yang mengerti Yogyakarta. Tapi tidak pernah saya membeli lain daripada di Bringharjo, kawasan Jalan Malioboro. Mengapa membeli di sana? Sederhana saja: karena mudah menjangkaunya, sambil jalan-jalan di Malioboro, sehabis makan pecel depan pasar Bringharjo, kita bisa mampir ke sana, memilih-milih kaset. Tak jauh dari Pasar, setidaknya ada dua pedagang yang berjualan di sana. Harganya? Sepertinya tergantung kaset dan pertimbangan penjualnya. Awal Minggu ke-tiga September 2011 sat saya ke sana, sebuah kaset Koes Bersaudara Pop Keroncong Vol. 1 diminta seharga duapuluh lima ribu. Sebuah kaset Rollies lama produksi Indah Record dipasang harga duapuluh ribu. Tidak murah buat saya yang biasa mendapatkan kaset dengan harga murah di loakan (bukan lapak profesional seperti ini), dan yang biasa membeli dalam partai besar (oleh karenanya biasanya murah). Keduanya saya tawar, dan kenalah empatpuluh ribu. Sebenarnya saya bisa saja menawar lebih murah lagi. Idealnya bisalah kena tigapuluh lima atau tigapuluh. Tapi saya malas dengan resiko mendapat muka masam atau gerutuan penjual, bisa bisa perjalanan hari itu menjadi tidak menyenangkan. Kalau dibandingkan dengan harga seller di Facebook, tentu harga di Malioboro sini lebih murah. Koes Bersaudara dan Koes Plus keluaran Remaco di Facebook biasa ditawarkan seharga 35-40 ribu. Itu belum ongkos kirim. Sedangkan kaset rock Indonesia lama seperti The Rollies, apalagi yang keluaran-keluaran awal seperti produksi Indah Record yang saya dapatkan bisa di atas 50 ribu. Tapi jika dibandingkan dengan harga di barang loakan yang kerap dijumpai di trotoar pinggir jalan, tentu harga Bringharjo termasuk harga kolektor, atau harga hobiis. Saya sendiri, karena kerap mendapatkan kaset dengan harga supermurah di Purwokerto dan Magelang yang kisarannya bisa 2000 hingga 3000 rupiah, membeli kaset di Bringharjo hanya saya lakukan kalau memang dirasa kaset atau CD yang dicari memang sukar didapat. Kalau tidak, lebih baik saya menahan diri untuk membeli, daripada mendapat kaset yang sebenarnya biasa biasa saja dan mudah didapat tapi dengan harga tidak murah.

Advertisements

13 thoughts on “Kaset Bekas Depan Pasar Bringharjo”

  1. halo kalau cari plat/piringan hitam di mana ya di Jogja?saya kemarin sempet ke lokasi yg disebutin di atas yang katanya juga jual plat tapi belum dateng si penjualnya katanya. he he. kurang beruntung.

  2. djant said: halo kalau cari plat/piringan hitam di mana ya di Jogja?saya kemarin sempet ke lokasi yg disebutin di atas yang katanya juga jual plat tapi belum dateng si penjualnya katanya. he he. kurang beruntung.

    Nggak tau juga kalau plaat di Bringharjo ya. Belum pernah liat plaat di situ. Mau cari apa sih? apa mau beli plaat dari saya aja, haha.

  3. naaah. kebetulan saya baru liat postingan tentang koes plus. hehe. apa ada koes plus yg mau dilepass :Dsaya cari selain vol 1. heheada koleksi apa lagi memangnya? πŸ˜€

  4. djant said: naaah. kebetulan saya baru liat postingan tentang koes plus. hehe. apa ada koes plus yg mau dilepass :Dsaya cari selain vol 1. heheada koleksi apa lagi memangnya? πŸ˜€

    yang apa tuh formatnya?piringan hitam atau kaset? pada prinsipnya Koes Plus nggak dilepas sih, walau banyak diantaranya yang dobel sampai 5-6 keping.

  5. djant said: PH koes plus. salah satu dari vol 2. 3,4 atau 5. ada yg mau dilepas? πŸ™‚

    wah pinter djuga ya nyarinya, yang era MESRA semua. Enggak ada yang mau dilepas karena hanya satu keping semuanya. Nggak dobel

Comments are closed.