Siaran

321768_10150326302333823_216073850_oPernah tampil di media massa? Kapan pertama kalinya? Beberapa saat lalu ketika selesai siaran “Obrolan Konstitusi” kerjasama Pusat Kajian Konstitusi UNSOED dan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia di studio RRI Purwokerto, aku melihat rombongan murid TK yang sedang siaran live di salah satu studio RRI. Apa yang kulihat dan kemudian kuabadikan itu membawaku kepada kenangan masa lalu. Aku punya kenangan pula mengenai hal ini, terlibat dalam kegiatan serupa. Sekaligus membuatku ingin mengenang kembali pengalaman “siaran” di media massa. Tidak banyak, hanya beberapa, dari kecil hingga besar kini.
Kesempatan siaran pertama terjadi semasa taman kanak-kanak, sebagai siswa TK Dharma Mulia, Purbalingga. Kapan itu terjadi, pastinya sekira tahun 1980 atau 1981. Hingga kini masih teringat bagaimana perjalanan dari rumah ke Radio Siaran Pemerintah Daerah alias RSPD. Akan tetapi seperti apa siarannya, sudah lupa. Hanya saja kejadian lucu, ketika Bu Guru dalam siaran di TK bertanya apakah anak-anak kalau sudah besar akan lupa pada Bu Guru, diri ini spontan menjawab “Lupa..!!”. Spontan semua tertawa, dan aku tak tahu di mana letak lucunya.
Sepanjang Sekolah Dasar kemudian tidak pernah tampil di radio. Kesempatan kedua baru terjadi ketika bersekolah di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Purwokerto. Acaranya lupa, tapi yang pasti berkisar soal kesenian. Bermain apa juga lupa, apakah main instrumen musik, dan instrumen musik apa, atau sekedar paduan suara. Yang pasti guru pembimbingnya bernama Bu Khusnul, seorang perempuan berkulit gelap, yang amat bersemangat jika mengajarkan seni musik pada murid-muridnya. Pada masa-masa itu pula pernah diri ini tampil di Radio Gema Mahasiswa, dikenal masyarakat sebagai RGM. Penyiarnya, Heru Bharata, mendorong pendengar acara The Beatles untuk tampil dengan kreasi Beatlesnya. Maka dengan menenteng gitar akustik, diri ini memberanikan diri untuk tampil membawakan lagu the Beatles secara instrumental. Lagunya? “I Will” dari album The Beatles alias White album. Selain main instrumen tentu juga diwawancarai oleh sang penyiar, mengapa suka The Beatles dan lain-lainnya itu. Memasuki dunia kerja, siaran di Radio menjadi hal yang biasa. Penyuluhan hukum di RRI Purwokerto adalah hal yang sering dilakukan. Siaran di televisi lokal untuk pertama kalinya dilakukan di Banyumas TV, membahas persoalan konstitusi. Yang cukup mengesankan pula adalah ketika dalam beberapa kali kesempatan turut siaran bersama dengan Haryono (almarhum), dalam acara musik-musik lama Indonesia maupun Barat di Radio Tara Valeria, Purwokerto. Studio radio ini pada mulanya terletak di Jalan Brigjen Encung (kini sudah berpindah lokasi). Siaran bersama Haryono kami membahas musik-musik masa lalu baik Indonesia maupun barat lama yang kami nilai langka, tidak pernah diputar. Intinya rarities.
Beberapa tahun sebelumnya, manakala studi master, pernah pula diri ini membacakan ceritera pendek berjudul “Nenek”. Penulisnya adalah diri ini sendiri, suatu ceritera pendek yang dimuat di majalah berbahasa Indonesia “OZIP”. Lokasi siarannya entah di daerah mana. Lupa. Yang pasti di kota Melbourne, Australia.
Pada tahun 2009, sempat pula siaran bersama Susy Nander, ex drummer Dara Puspita, di Studio Radio Suara Surabaya. Diajak oleh dedengkot Malang Bernyanyi Hengky Herwanto, kesempatan berbincang dengan Susy Nander yang merupakan drummer perempuan legendaris itu tentu menjadi pengalaman tak terlupa.

Advertisements