Tanda Tangan Koes Bersaudara

Sampul belakang Piringan Hitam: To The So Called The Guilties
Sampul belakang Piringan Hitam: To The So Called The Guilties

Berhasil juga mendapatkan tanda tangan para legenda musik Indonesia yang tergabung dalam wadah Koes Bersaudara. Nomo Koeswoyo, Yon Koeswoyo, dan Yok Koeswoyo, tiga dari Koes Bersaudara era paruh akhir 1960-an (era paruh awal diperkuat oleh Djon Koeswoyo) akhirnya membubuhkan tanda tangan pada cover piringan hitam To The So Called The Guilties, produksi Mesra Record. Pencarian tanda tangan mereka bertiga ini terbilang agak kurang mulus. Pada mulanya, mendengar rencana kedatangan mereka ke Purwokerto menggunakan Kereta Api Purwojaya, maka aku mendatangi Stasiun Besar Purwokerto. Sayangnya, sampai di sana telah lewat pukul 12:00, dan seseorang mengatakan bahwa KA Purwojaya telah datang sekitar setengah dua belas lalu. Adanya jalur double track sepanjang Cirebon Jakarta, dan pula Purwokerto-Cirebon memang mempersingkat dan memperlancar perjalanan KA. Menelpon seorang panitia, diketahui bahwa mereka langsung meluncur ke sebuah restoran untuk makan. Tentu tidak enak diri ini untuk memburu ke sana, mengganggu kenikmatan orang makan, juga barangkali membuat tidak nyaman rombongan panitia yang sedang hendak beramah tamah. Maka kuputuskan untuk memburu tandatangan di jelang malam, ketika mereka pasti dibawa rombongan panitia untuk makan malam. Maka, pergilah diri ini ke Hotel Wisata Niaga, tempat mereka menginap menjelang konser terakhir Koes Bersaudara di Purwokerto, 16 September 2011. Sesaat menjelang magrib, aku sudah tiba di hotel dan duduk menunggu di lobby. Danang, guitaris Koes Plus yang kala itu tengah duduk duduk di lobby sehabis berbelanja di Moro menemani mengobrol ringan. Tidak berapa lama keluarlah Yon dan Yok Koeswoyo. Keduanya turut duduk di lobby hotel dan dengan ramah melayani keinginan diri ini meminta tanda tangan. Yok bahkan bertanya dalam bahasa Banyumasan di mana dia harus membubuhkan tanda tangannya. Dan di sampul belakang piringan hitam itu akhirnya berturut turut Yok dan Yon membubuhkan goresan tandatangan mereka dengan sebuah spidol warna biru. Setelah itu tak ketinggalan aku mintakan tandatangan pada CD Koes Bersaudara rilisan Sublime Frequencies Seattle, Amerika, sebuah CD 2 in 1 berisi album To The So Called The Guilties dan Djadikan Aku Domba-Mu serta pada beberapa cover kaset Koes Plus yang aku bawa Terburu pergi untuk makan soto Sokaraja, mereka pun berlalu meninggalkan hotel diantar rombongan panitia.

CD Koes Bersaudara 'To The so Called The Guilties' produksi Sublime Frequencies USA
CD Koes Bersaudara ‘To The so Called The Guilties’ produksi Sublime Frequencies USA

Tinggal diri ini menunggu Nomo Koeswoyo, mantan drummer Koes Bersaudara. Tak perlu waktu lama untuk menunggu lelaki yang kini tinggal di Magelang itu untuk muncul. Nomo yang sudah berambut putih panjang ini juga tak menolak permintaan tanda tangan, walau sambil berjalan cepat.
Didapatnya tanda tangan personil dalam album karya mereka tentu sesuatu yang amat istimewa buat diri ini.Tanda tangan mewakili kehadiran mereka, kehadiran mereka, sekaligus kedekatan mereka dengan sesutu yang menjadi representasi mereka, sesuatu yang amat dekat dalam kehidupan diri ini, dan bahkan kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia.

Advertisements

2 thoughts on “Tanda Tangan Koes Bersaudara”

  1. nunnik said: hebat bener Mas perjuangan nya utk mendapatkan tanda tangan… Saluut..

    Terimakasih Mbak Nunnik. Ya karena apa lagi yang bisa mewakili yang kita kagumi dan sukai dengan sepenuh hati, untuk tetap “tinggal di sini” selain tanda tangan yang amat personal itu?

Comments are closed.