Kenangan Galunggung

Gunung Galunggung Photo: datasunda.org
Gunung Galunggung
Photo: datasunda.org

Gunung Galunggung terletak di Jawa Barat. Itu aku tahu. Tapi aku tak pernah tahu dimana persisnya ia berada. Ini jaman mudah, jaman teknologi informasi. Kutanyakan itu pada Google dan Google menjawab melalui Wikipedia bahwa Gunung ini terletak di Tasikmalaya. Dan ini senja, ketika mencuci piring makan malamku, aku teringatlah pada gunung ini. Kenapa demikian? entah kenapa aku menghitung masa sekolahku 30 tahun ke belakang sebelum aku menempuh pendidikan formal tertinggi ini di negeri Belanda. Dan 30 tahun dari tahun 2012 ini adalah tahun 1982. Dan di tahun itu aku masih menjadi murid SD Dharma Mulia Purbalingga, sebuah sekolah yang kini suda tiada lagi. Dan pernah aku baca, bahwa Gunung Galunggung meletus di tahun itu. Wikipedia menyebutkan 5 Mei 1982 sebagai tanggal meletusnya Galunggung, letusan mana disertai kilat dan halilintar. Abu letusannya begitu dahsyat dan terbawa hingga ribuan kilometer jauhnya. Yang kuingat kala itu adalah ketika pulang sekolah, suasana alam menjadi gelap, mendung. Hujan abu turun, menyirami kota Purbalingga, kota kami yang kecil itu dengan abunya yang berwarna abu-abu. Bayangan hujan abu ini masih jelas tergambar di ingatan, Tak terlupa. Ada kulihat kaca sebuah mobil yang sedang diparkir menjadi kotor karenannya. Dan itulah pengalaman pertamaku dengan hujan abu. Melihat jalanan tertutup debu tebal. Tentu mengherankan bagi anak-anak sepertiku, yang segera saja kemudian bertambah pengetahuan baru: inilah akibatnya kalau sebuah gunung meletus. Aku sendiri tak ada ingatan bagaimana suasana di rumah kami kala itu. Hanya bayangan ketika aku berjalan pulang dari sekolah. Kalaulah tak salah, dan kuyakin tak salah, saat itu aku baru kelas 1 SD. Dan baru sekira hampir 30 tahun kemudian, ketika Gunung Merapi meletus begitu dahsyat di tahun 2010, hal serupa kualami lagi di Purwokerto yang pula begitu kotor karena siraman abu.

Nijmegen, 11 Januari 2012
Advertisements

One thought on “Kenangan Galunggung”

Comments are closed.