Belanda dan Kiblat Musik Indonesia

Dalam Group Facebook (FB) AKTUIL THE LEGEND, pemilik akun FB Gandhi Hadiwitanto pada 1 Desember 2012 memposting tulisan tentang George Baker Selection, sebuah group musik pop Belanda yang pernah amat populer di tanah air pada era 1970-an. Tulisan tersebut dilengkapi dengan foto artikel berbahasa Indonesia mengenai group tersebut berbunyi sbb:

Didirikan oleh Hans Bouwens, grup yang namanya diambil dari cerita detektif ini menjadi grup terlaris di Belanda sejak 1969. Selama 8 tahun tiap rekaman yang dirilis grup ini selalu jadi nomer satu di tangga lagu. Pemain gitarnya, George The, kelahiran Bandung.

Atas posting tersebut saya memberi komentar:

Satu contoh kiblat sosial budaya ke Kerajaan Belanda, dimana kita pernah jadi koloninya. GBS sebenarnya hanya “another band” di sana, selain juga The Cats. Hubungan kedua negara yang masih erat paska Repatriasi lama lama menjadi jauh memasuki 80-an. Kini, setelah koneksi itu semakin memudar bisa dikatakan enggak ada band Holland yang punya gaung di tanah air. Kalaupun ada, semuanya dalam bangunan nostalgia romantisme budaya indis yang tetap membekas: Anneke Gronloh, Tante Lien, Andy Tielman & Tielman Bros, D. Sahuleka dst dst

Akun FB Adi Speed memberi tanggapan atas kometar saya:

@ Pak Manunggal K, ada pak band2 belanda yang go internasional dan cukup terkenal Di indonesia saat ini, al: Within Temptation ( dutch symphonic metal / rock ) dan AYREON ( dutch progressive metal / rock ), kalo personnel nya yang bersinar a/l: Sharon Del Adel, Arjen Lucassen bahkan yang lagi hot saat ini si Floor Jansen yg lagi jadi bintang pengganti di supergroup asal finland Nightwish..disamping itu jangan dilupakan Van Halen yg walaupun band ini resminya berasal dari pasadena, CA – USA namun para personilnya intinya sebenarnya adalah keluarga besar Van Halen ( Alex, Eddie serta Wolfgang Van Halen ) yg notabene asal londo, dimana hingga kini band tersebut tetap eksis di papan atas percaturan musik hard rock dunia…jadi tidak benar atau terlalu tergesa – gesa apabila kita meng-judge bahwa tidak ada lagi Band / musisi kumpeni londo yang eksis saat ini di blantika musik indonesia ataupun dunia, bahkan seorang Van Halen tidak malu mengakui bahwa salah seorang ortunya adalah asli pribumi indonesia…

Saya memberi komentar atas tanggapan akun Adi Speed:

Adi Speed: Iya, betul. Namun, yang saya maksud dalam konteks komentar untuk George Baker Selection (dan tak lupa The Cats) adalah band yang memilih jalur mainstream, popular music. Kalau genre metal/underground yang meminjam terma anda “segmented” (dimana saya juga bagian dari segmen itu), sudah tentu tak hendak saya pungkiri. Bahkan kalau boleh urun nama, saya bisa menambahkan setidaknya Gorefest dan Pestilence untuk itu (yang hemat saya, lebih (dulu) mengglobal dan melegenda dibandingi WT. Correct me if I’m Wrong). Saya tak hendak menyebut van Halen sebagai Dutch Band hanya karena mereka pernah tinggal di Belanda (tepatnya di Nijmegen, kota yang sama dimana saya tinggal, rumah keluarga van Halen 2,5 kilo dari kamar di mana saya berteduh) sama halnya tidak hendak menyebut mereka Indonesian Band (meski tegas pernyataan van Halen bersaudara dalam interview dengan lee Roth menyebut emak mereka dari Rangkasbitung). Mengapa? karena home base mereka sejak awal karir VH sebagai music group toh di Amerika, VH is an American band. Tapi jika berdasar kriteria di atas VH hendak dikategorikan sebagai band Belanda yang berpengaruh di Indonesia, tentu saya menghormati opini yang berbeda. Untuk memperjelas posisi saya, mungkin bisa dijawab pertanyaan: adakah kini musisi/penyanyi pop/rock Belanda, berbasis di Belanda, yang kini, atau taruhlah sejak dasawarsa 90-an, populer alias dikenal luas di Indonesia? Kalau saya jawab sih: Tidak Ada!

Tambahan Komentar saya:

Jika ada yang gemar/memerhatikan musik NAIF, maka simaklah outro pada “Jauh”. Di sana ada permainan organ Chandra (kini sudah keluar) yang mirip dengan pattern lagu I’ve Been Away Too Long nya GBS yang mega populer itu. Mungkin itu dilakukan bawah sadar juga. Tidak ada yang ngeh pula nampaknya.

Keterangan: di sela komentar-komentar tersebut ada pula komentar dari beberapa akun FB lain. Hingga tulisan ini diunggah, tidak ada balasan lagi dari Adi Speed kecuali icon “Like” pada tanggapan saya yang menjawab komentarnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s