Benyamin Suaeb dan Rilis Ulang Musik Indonesia Lama

Kaset Remaco Benyamin Suaeb: Foto milik Nadatjerita.comPada Maret 2009 saya memposting scan cover kaset Pop Indonesia, album dari Benyamin Suaeb, seniman Betawi yang legendaris.

Gambar cover itu tak mendapat reaksi apapun sehingga sekira November 2012 ia kembali muncul di stream Facebook (FB) karena tag saya atas gambar tersebut membuat teman FB menjadi melihatnya kembali. Salah seorang kawan FB dengan akun Andy Ramadani bertanya pada saya soal track list kaset tersebut yang secara spontan saya jawab “lupa”. Akan tetapi kemudian saya menambahkan jawaban sebagai berikut:

Yang jelas ada lagu Perkutut, seperti stempel di covernya. Benyamin sudah era Remaco. bukan Indah Record.

Jawaban saya itu mendapat tanggapan Andy sebagai berikut:

oh..isinya lagu yang pasaran bukan lagu2 langkanya..

Atas tanggapannya itu saya memberi jawaban sebagai berikut:

Mana yang pasaran mana yang langka? saya nggak maksudkan pasaran dan langka, tapi rekamannya sudah masuk Remaco, bukan lagi Indah Record atau yang pertama Melody miliknya Dimita, dengan sound vintage.

Atas jawaban saya itu, Andy menimpali sebagai berikut:

Iya pak,maksud saya beda sama versi2 album PH yang sebelum remaco karna setau saya versi remaco asal muasal lagu2 pasaran (yang beredar skarang) benyamin.s seperti ondel2,sang bango,disini aje,hujan gerimis dll..

Saya kemudian membalas komentar sebagai berikut:

O begitu. Tapi Si Djampang sendiri juga jadi pasaran lho, didaur ulang. Juga I am A teacher di album Djampang dibikin ulang waktu di era Purnama

Andy menanggapi jawaban saya sebagai berikut:

Betul pak,tapi lagu im teacher dan si djampang lebih mantap versi PH ketimbang versi daur ulang,yg kalo tdk salah di album lawak brsma edy sud..

Atas tanggapan Andy itu, Saya menimpali sebagai berikut:

Oya pasti lah. yang beredar di pasaran (nggak pernah beli sih) mungkin karena rilisan Remaco, jadi soal ijin lebih gampang.

Andi membalas komentar saya sebagai berikut:

hha..masalah klasik soal musik di negri ini pak,kadang saya mikir jg kasian generasi angkatan saya gk bisa nikmatin ato tau karya2 musisi2 negri sendiri yg gak kalah sama musisi luar..lah rang cari album2 asli sulit..hhe

Saya kemudian menanggapi statement Andy soal sulitnya mencari album-album lama (Indonesia) sebagai berikut:

Sebenarnya soal kasihan dan kesulitan enggak di Indonesia aja loh. The Everly Brothers saja rerelease nya juga makan waktu dan pemikiran dari Warner Bros. Banyak pertimbangan, antara lain tentu pertimbangan cost dan risiko laku enggak lakunya. Bagaimanapun remaja era 50-60 jaman dimana Everly berjaya juga semakin susut, dan enggak bisa diharapkan sekali akan membeli rekaman Everly. Logika dan perhitungan bisnis bagaimanapun ada juga kan. Jalan tengahnya mereka rilis debut album Everly Bros secara bundle, jadi album two in one, sehingga menarik juga untuk dibeli.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s