Interview Death Vomit

Foto: John Ronesta Pandia, taken from FB Page Death Vomit
Sofyan Hadi Radioshow TV One Foto: John Ronesta Pandia, taken from FB Page Death Vomit

Pengantar:

Pada sekira tahun 2006, saya mewawancarai Death Vomit yang diwakili Sofyan Hadi (guitar, vocal). Wawancara itu sendiri saya lakukan untuk situs Rottrevore Records, label yang merilis album kedua Death Vomit “Eternally Deprecated”, atas permintaan almarhum Dwinanda Satrio Ari (Rio), boss Rottrevore Records. Berikut wawancara utuhnya:

Hello Devo, walaupun agak terlambat tapi selamat ya atas album terbaru kalian The Prophecy, kalian puas dengan album ini?

Kami mungkin tidak pernah ada puasnya, tapi kami coba menawarkan sesuatu yg berbeda dalam The Prophecy.

Bagaimana jika dibandingkan dengan Extremely Deprecated? Walau masih ada benang merahnya, tapi pasti ada bedanya kan?

Jelas beda. Eternally Deprecated kaset, The Prophecy CD…enhanced lagi.

Sebelumnya kalian di bawah naungan Extremesouls Production. Gimana ceritanya sampai bisa terdampar di Rottrevore Records?

Rio yang merengek-rengek kepada kami untuk merilisnya. berhubung dia teman baik kami, dan menjanjikan royalti mobil dan rumah, terpaksa kami setuju dengan penawarannya.

Puas dengan kinerja awak Rottrevore? Hehe, jawab yang jujur ya!
Lelet!!!

Album the Prophecy pasti nggak lepas dari pujian dan juga kritik atau bahkan kecaman. Untuk yang pujian saya enggak mau tanya, tapi kritik apa yang paling sering kalian dapatkan baik dari fans maupun dari metal zine terhadap the Prophecy?
Kritik dari mereka adalah mereka masih bangga terhadap kami yang memainkan musik old death metal.

Di album ini lagi-lagi kalian menampilkan tiga lagu lama kalian plus cover song dari Slayer yang sebelumnya sudah kalian tampilkan di ED. Bukankah ini bisa jadi membosankan bagi pecinta Devo yang bisa jadi lebih kepingin mendengar materi baru?
Itu supaya mereka pada tau dimana, letak bedanya materi lama dan baru. Slayer sudah jelas, karena itu ikon kami.

Apa alasan kalian menggarap cover song dari Slayer. Kenapa bukan Disgorge, Terrorizer, atau Boyz II Men misalnya, huhehe..
Jelas kami yang meng-cover Slayer masak Slayer yang meng-cover kami.

Sofyan, dalam proses rekaman memainkan kamu nggak harus bermain gitar dan berolah vokal sekaligus. Tapi mau nggak mau kamu harus melakukannya saat manggung. Apakah itu menjadi kesulitan bagi kamu?
Sama sekali tidak.

Atau mungkin kamu belajar dari pengalamannya Max Cavalera , Mille Petrozza, atau Glenn Benton ya, yang menjadi vokalis sekaligus nyambi jadi instrumentalis?
Mille Petrozza dan James Hetfield.

Devo mengundang gitaris Unveiled sebagai guest guitarist dalam album The Prophecy. Ada niat mempromosikan dia atau jangan-jangan karena Sofyan enggak bisa memainkan lead di lagu Criminaly Insane, hahaha (sorry lho Pak..hehehe)
Kami respek dg Arief [gitaris Unveiled]

Coba anda simak lead saya di kompilasi Tribute to Sepultura.

Saya telah melihat permainan Arief Yoga (gitaris Unveiled) di enhanced CD kalian. Permainannya maut juga. Ada terlintas menjadikan dia sebagai gitaris permanen di Devo mungkin?
Kami akan tetap bertiga.

Kalian mempercayakan penggarapan album ini di Avilla Studio, Jogjakarta. Apa yang membuat kalian memilih studio ini?
Kami bangga dengan jogja.

Di album ini kalian merekrut bassplayer baru, yakni Okki. Ceritakan bagaimana dia bisa bergabung dan kenapa bassplayer kalian yang lama keluar?
Bassist lama kami tidak disiplin
Oki cadas permainan bass-nya!!!

Apa kalian melakukan audisi juga terhadap Okki, yah.. kayak Indonesian Idol gitu, hehehe?
Ya, kami suruh dia memainkan lagu ‘Naik2 ke Puncak Gunung’.

Kayaknya di album The Prophecy, tidak ada lagu yang menonjolkan permainan bass Okki atau setidaknya semacam bass melody darinya. Kesannya dia masih sekedar rhytm section saja di Devo. Bagaimana kalian menanggapinya?
Berarti pendengaran anda kurang tajam.

CD kalian dikemas dengan sangat unik, semacam hand-made case begitu. Kritik saya, casing seperti itu malah bikin CD jadi susah disimpan, bahkan bisa jadi bikin scratch. Ide siapa sebenarnya casing seperti itu?
Ide si Rio gila.

Kalian adalah band yang termasuk dituakan dalam kancah metal di Jogjakarta dan bahkan di tanah air, yang mampu bertahan lebih dari satu dekade. Apa yang membuat kalian terus mengibarkan bendera Devo walau usia kalian sudah enggak lagi remaja dan mungkin nggak se-powerful dulu? (atau masih perkasa nih, hahaha)
Mungkin, tp kami msh kuat buat injak2 kepala anak emo di bawah kaki kami dan menunjukkan kepada mereka cara bermain musik metal yang baik dan benar.

Kematian vokalis kalian Agung tidak lantas menjadikan Devo merekrut vokalis baru untuk menggantikannya. Justeru Sofyan yang tadinya hanya menangani urusan kampak perang terpaksa mengambil alih kendali vokal. Apakah ada kesulitan mencari vokalis yang karakter vokalnya sesuai dengan pattern Devo atau bagaimana?
Tdk seorangpun yg bisa menggantikan dia. harus kami sendiri, atau tidak ada vokal sama sekali.

Kalian hidup di tengah peradaban Jawa, bahkan di jantungnya peradaban Jawa Mataraman yakni Yogyakarta, tapi kalian nampaknya tidak tergelitik memasukkan unsur-unsur musik etnik Jawa dalam aransemen musik kalian. Kenapa tuh?
Karena kami main Death Metal, bukan gamelan.

Tema dalam lagu kalian enggak jauh-jauh dari soal blasphemy, suatu hal yang sangat sensitif di negara yang religius seperti Indonesia. Sebenarnya apa sih pesan moral apa yang hendak kalian sampaikan di balik lirik-lirik lagu kalian?
Menjaga agar api kebencian tetap hidup.

Sebagai pribadi, apakah kalian juga religius?
Ya dan tidak.

Kalian memepercayakan management Devo pada Yessy yang memang dikenal telah lama berkutat di dunia underground. Apa yang membuat kalian percaya pada Yessy dan ada perubahan positif nggak ketika manajemen dipegang dia?
Lumayan.

Oh ya, konon Terrance Hobbs sempat memakai kaus kalian ya waktu show Suffocation di Jakarta. Suatu kebanggaan dong pastinya. Ceritakan bagaimana itu terjadi!
Hanya Roy dan Oki yang tahu.

Ada kontak khusus dengan dia (Hobbs) atau Suffocation secara keseluruhan?
Tdk ada.

Roy, kenapa kamu memilih Premier, Mapex, Sabian, dan Paiste sebagai piranti yang harus kamu hajar. Apa keunggulannya menurut kamu sehingga kamu harus pakai merek-merek itu?
Karena cuman itu yg kami punya. ada yg mau ng-endorse?

Ada perampok bersenjata spesialis barang-barang metal datang ke rumah kalian, dan dia mengangkuti semua koleksi kaset dan CD kalian. Tapi karena dia berbelas kasihan, dia ngasih kesempatan pada kalian untuk memilih satu album saja untuk tetap kalian miliki. Album apa yang kira-kira kalian pilih?
Sofyan: Pink Floyd – Ummagumma

Apa saja sih syarat minimal yang mesti dipenuhi sama Event Organizer kalau mau ngundang Devo? Mesti bayar mahal ya, hehehe..
Yg penting kami nyaman, dan semua pasal di rider kami terpenuhi.

Bicara tentang EO dan show, siapa menurut kalian yang paling bertanggungjawab atas tewasnya 11 penonton di show underground di AACC Bandung?
Tdk tahu.

Kalau ada yang datang pada kalian dan berkata begini: “Devo, nama besar masih ada pada kalian. Album kalian semua kick ass!! Tapi saya sarankan mumpung masih jaya, lebih baik kalian bubar saja sekarang dan kalian akan menjadi legenda”. Apa yang hendak kalian katakan pada orang itu?
Ok, kami bubar…asal dpt dana pensiun 100 juta per personel dan hbs itu org yg ngomong kami kuliti dan kami potong2 buat makan anjing. setelah org itu mati kami main band lagi dengan nama dan aliran yang sama.

Kalau kalian diminta membuat Lembaga Pendidikan Metal, kurikulum wajib apa yang kira-kira akan kalian masukkan di situ?
Hafal dan ngerti betul Death Vomit.

Terakhir nih: menurut kalian grup seperti apa yang kalian sarankan untuk segera bubar dan yang  (menurut Sofyan) lebih baik jadi banci? Hehehe..
Samson, raja, ungu, hijau, kuning, kelabu, merah dan biru.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s