Peran Fans Terhadap Kelompok Musik

Foto: pennlive.com
Foto: pennlive.com

Pada 26 Desember 2012, akun Facebook (FB) Yayat Lee menulis pada Group FB Obrolan Seputar Koes Plus (OSK) sebagai berikut:

melihat video “satu jam lebih dekat bersama yon koeswoyo”sekilas terpikir..karena yon koeswoyo lah koes plus sampai sekarang ada walau berganti-ganti personilnya..dan karena perjuangan “Jiwa Nusantara – Koes Music Fans Club” juga para fans..perihal mengenai koes bersaudara/plus dapat saya ketahui walau koes bersaudara/plus ada jauh sebelum saya lahir..juga mungkin merekalah yg menggerakan personil-personil koes bersaudara/plus yg sudah lelah untuk semangat manggung lagi..itu pemikiran saya pribadi kalau sekiranya salah saya mohon maaf..

Posting itu disambut dengan komentar Wasis Susilo, penggemar dan arsipis Koes Plus sebagai berikut:

 jauh sebelum “Jiwa Nusantara – Koes Music Fans Club” lahir… penggemar Koes selalu menyemangati Koes Plus untuk selalu berkarya, terutama di masa masa Koes Plus era Tonny Koeswoyo surut… sebagai contoh penggemar pemberi inspirasi lagu DA DA DA, demikian selanjutnya ketika Koes Plus – Yon Yok Murry Abadi tahun 1992..untuk ditampilkan dalam sebuah Show… padahal hampir 10 tahun Koes Plus tidak tampil Show…karena personel tidak PD….. tapi penggemar yang bernama Ais Suhana memberi keyakinan perlunya “Koes Plus” bangkit lagi….

Menanggapi komentar Wasis Susilo, Yayat Lee menanggapi sebagai berikut:

terima kasih pak Wasis Susilo atas penjelasannya..koes plus ada karena fans..fans ada ya karena suka koes bersaudara/plus dan tidak rela kalau grup kesayangannya menjadi senasib dengan lagu penyanyi muda nya pak Murry..

Saya pula turut memberi komentar sebagai berikut:

Band metal Testament pula merilis rekaman First Strike Still Deadly atas dorongan para penggemar loyal dari seluruh penjuru dunia. Tadinya, mereka kepingin sekedar rerelease debut mereka The Legacy (1987), tapi karena kendala birokrasi terkait label yang menaungi ketika album itu dirilis tak memungkinkan, mereka menerima masukan fans untuk sekalian saja merekam ulang lagu2 mereka dengan semangat baru. Bagi mereka yang ortodhox ‘rekaman asli’ maka rekaman ulang ini tentu tidak menarik. Akan tetapi aransemen baru, sentuhan baru yang tak pernah terbayangkan membuat album FSSD menjadi salah satu mahakarya Testament yang superdahsyat. Akhirnya : album The Legacy tetap legenda, FSSD juga dicinta dan disuka. Keberhasilan serupa sedikit banyak telah dilakukan Koes Plus ketika mendaur ulang lagu-lagu mereka era Koes Bersaudara (Irama record) dalam The Best of Koes rilisan Remaco atau pula edisi edisi Platinum. Sudah tentu banyak pula rekam ulang yang terkesan seadanya dan asal dapat uang, bermodalkan “organ tunggal”, itu yang kadang bikin malas dengar Koes Plus daur ulang. Tapi apapun juga mau dikata, itu partisi sejarah Koes Plus juga yang tidak boleh tercecer.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s