Bakso Lombok Uleg Pak Di, Temanggung

Bakso Uleg Pak Di
Bakso Uleg Pak Di

Setelah berenang di Pikatan Waterpark, Temanggung, saya dan keluarga sengaja mampir untuk mencoba Bakso Lombok Uleg Pak Di di salah satu cabangnya yang terletak di Jalan Pahlawan, Temanggung. Warung yang memanfaatkan ruko ini memang tidak berada di jalan raya propinsi, sehingga bagi orang dari luar Temanggung harus sengaja mencari bila ingin mencicipi bakso yang diklaim sebagai salah satu kuliner ciri khas Temanggung di lokasi ini. Dari kolam renang Pikatan, ruko ini bisa ditemukan dengan berbelok ke arah kiri dari pintu keluar kolam renang, dan kemudian terus mengikuti jalan menuju ke arah kota.

Karena ingin merasakan sensasi pedasnya bakso ulek, saya sengaja memesan bakso uleg pedas. Saya lihat proses pembuatannya memang tak rumit. Tujuh (7) cabe rawit dihaluskan di mangkok bakso, kemudian ditambahkan  tahu yang telah diiris-iris serta ditaburi sledri dan selanjutnya disiram kuah. Berlainan dengan bakso lainnya, bakso ini tidak memakai mie baik kuning maupun putih. Sebagai opsi penggantinya, kita bisa mengganti dengan ketupat atau boleh saja bakso kuah saja. Penghalusan cabe rawit  (yang dalam bahasa Jawa dikenal dengan istilah ‘diuleg’) secara langsung di mangkuk memang menjadi nilai unik bakso ini, berlainan dengan  ‘bakso konvensional’ dimana orang bisa mengambil sendiri sambal yang terbuat dari cabe rawit rebus yang telah dihaluskan yang biasanya telah tersedia di atas meja. Pula kecap langsung ditambahkan ketika bakso sedang diracik, tentu saja setelah meminta konfirmasi pada kita apakah kita menghendakinya atau tidak.

Memakan bakso ini pada sendokan awal, bibir dan tenggorokan saya langsung seperti terbakar panas. Inilah barangkali yang dikenal sebagai rasa sensasional bakso uleg. Sangat-sangat hot karena cabe rawit yang hancur ada di kuah bakso. Butiran bakso yang disajikan dalam satu mangkoknya  cukup membuat kita merasa kenyang. Hanya saja dalam penilaian saya, butiran bakso uleg yang berwarna agak gelap ini terasa cukup agak  alot untuk dikunyah sementara rasa daging sapi-nya tidak begitu kuat di lidah. Dalam hitungan saya, hal ini dikarenakan karena tepung pati yang digunakan pastilah cukup banyak. Ini yang membuat saya yang menyukai citarasa daging sapi merasa agak sedikit kurang terpuaskan dengan bakso ulek ini. [MKW]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s