Kisah di Balik album “Jang Pertama” (1966) Dara Puspita

Ejaannya masih lama, Jang Pertama. Album ini memang debut mereka di bawah bendera MESRA Record. Menjadi lagu evergreen di album ini adalah “Mari-Mari” gubahan Titik Puspa serta “Surabaja” gubahan Rachman A., yang merupakan salah satu karyawan PT Dimita Moulding Industries. Dinyanykan pula pada album ini adalah lagu berjudul “Tinggalkan Aku Sendiri” gubahan Jok Koeswojo dari Koes Bersaudara
Dikisahkan oleh Handiyanto yang kala itu adalah tehnisi Koes Bersaudara (kelak menjadi roadie Dara Puspita ketika di Eropa) bahwa ketika pertama kali datang ke Studio, anak-anak DARPUS terkaget-kaget dan bertanya “nggon opo iki Mas Handi, kok koyo pabrik, medeni, isine mesin-mesin opo iki..?” (Tempat apa ini, Mas Handi, kok mengerikan seperti ini, isinya mesin-mesin apa ini?).
Handiyanto menjawab dan menerangkan pada mereka bahwa Itu semua mesin cetak studio, dan menyuruh mereka masuk untuk berkenalan dengan Jimi, Rachman, Zaeni, dan tentu saja sang produser Dick Tamimi. Dalam ruangan yang terdapat banyak kursi dan dingin karena ber AC para personil Dara Puspita kemudian mencoba alat-alat, namun mereka merasa tidak nyaman dengan peralatan yang ada, sehingga diputuskan bahwa mereka akan menggunakan alatnya sendiri.
Peralatan yang digunakan sangat sederhana yakni tape recorder Presto dan Ferrograph Mono. Mixer adalah Home Brew alias buatan Dick Tamimi sendiri mono. Monitor Amplifier Pioneer tabung, cutting machine buatan Dick, modifikasi dari record player Garrard, cutting amplifier McIntosh tabung. 2 minggu setelah recording, album ini dilempar ke pasar dengan angka penjualan yang amat baik.
Design album ini digarap oleh Imam Kartolo yang tak lain adalah kakak kandung penyanyi terkenal Rahmat Kartolo. Akan halnya foto, Handiyanto mengaku tidak tahu siapa yang memotretnya. PH “Jang Pertama” ini adalah produksi LP yang ke-empat bagi Dimita, setelah sebelumnya hanya memproduksi PH standar 78 RPM yang hanya berisi 2 lagu. “Saya dengar, PH ini di tangan kolektor kini begitu mahal harganya…” kata Handiyanto, menutup pembicaraan soal album bersejarah ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s