Resep: Nasi Goreng Petai

Nasi Goreng Petai
Nasi Goreng Petai Siap Saji

Nasi goreng adalah makanan bangsa Indonesia dan juga bangsa-bangsa di kawasan Asia lainnya . Ini kuliner biasa dimasak di rumah, dan begitu mudah dijumpai di luar rumah. Di mancanegara (di Thailand misalnya, pengalaman saya, nasi goreng ini juga jamak dijumpai di restaurant maupun warung makan), orang juga mengenal nasi goreng dan menjadi salah satu menu kegemaran orang non-Asia karena rasanya yang hot and spicy. Banyak orang gemar nasi goreng, akan tetapi sayangnya banyak yang tak bisa membuat dan hanya membeli dari pedagang yang lewat maupun di warung makan atau restaurant. Padahal, nasi goreng amat mudah cara pembuatannya, dan bahan-bahannya biasanya adalah bahan-bahan standar yang ada di rumah. Dengan membuat sendiri, sebenarnya kita bisa menghindarkan diri dari penggunaan MSG maupun bahan-bahan lain yang tidak higienis (misalnya saus botolan) yang kerap dipakai pedagang.

Tidak ada rumus pakem membuat nasi goreng. Ada yang gemar memakai cabai untuk citarasa pedas dan panasnya namun ada yang merasa perlu menambahkan merica. Ada yang senang dengan  saos tomat untuk citarasanya yang tersendiri dan warna merah yang menerbitkan selera sementara  saya sendiri terbiasa makan nasi goreng buatan Ibu yang tidak pernah memakai cabai rawit, melainkan dengan lombok merah.  Di Belanda di mana saya kini tinggal, cabai harganya cukup mahal, sehingga lebih murah bagi saya menggunakan lombok ulek botolan yang banyak dijual di supermarket.

Di bawah ini adalah salah satu varian nasi goreng yang saya buat, yakni nasi goreng petai. Tidak semua orang senang dengan petai, seperti saya pada dahulunya. Mengapa? Sederhana saja: ibu saya tak pernah memasak apapun dengan bahan petai. Dengan segala mitos akan baunya yang tidak enak, dan nafas yang tidak sedap, urine yang bau, lengkaplah ketidaksukaan akan petai.  Hingga suatu saat, ketika menginap di suatu desa akhir 90an, saya terpaksa menyantap nasi goreng petai buatan kawan. Tak mungkin bagi saya membuang petai-petai itu karena ia merajangnya kecil-kecil. Tapi justeru sejak saat itu, saya mulai senang dengan petai dan bagi saya, nasi goreng akan sangat kurang sedap tanpa petai.

Langkah-langkah membuat nasi goreng petai adalah sebagai berikut:

Siapkan 5-6 siung bawang merah alias brambang (Jawa) + 2 siung besar bawang putih. Kedua bahan itu, sesuaikan saja dengan selera, karena jumlah itu sesuai dengan selera saya yang senang dengan bumbu amat tajam/kuat. Kemudian siapkan satu keris petai yang sudah dikeluarkan dari kulitnya. Akan lebih baik jika petai ini sudah digoreng setengah matang dahulu. Kalau tidak doyan petai tentu tidak perlu, bisa diganti dengan aneka macam bahan lainnya seperti udang, maupun jamur dan bakso. Atau tentu saja, kalau suka petai, bahan lain seperti udang dan jamur sangat dianjurkan pula untuk ditambahkan.  Siapkan juga cabai secukupnja, sekuat lambung dan lidah merasakan pedas. Bahan terakhir tentu adalah nasi putih yang cukup kering (pera).

Kesemua bumbu (bawang merah dan putih serta cabai) dihaluskan, diulek halus dengan garam kira-kira 3/4 sendok teh, Kalau tidak biasa dan tidak bisa menggunakan ciri mutu bolehlah memakai blender. Kesemuanya itu dimasukkan ke wajan yang cukup lebar, dipanaskan dengan minyak goreng sedikit dengan api yang kecil saja, jangan terlalu besar! Tambahkan margarine agar menambah nikmat.  Setelah bumbu mengeluarkan bau harum, tambahkan kecap manis asin kira-kira satu sendok teh atau sesuai selera.  Masukkan nasi yang sudah disiapkan, dan bolak-balik agar bumbu merata. Kali ini besarkan api. Setelah nasi terlihat panas, masukkan petai, rajangan bakso, atau jamur atau apapun yang sudah disiapkan tadi dan bolak balik hingga benar-benar tercampur. Untuk diingat sekali lagi, ada baiknya petai telah digoreng setengah matang terlebih dahulu, demikian juga udang, jamur maupun bakso bukan dalam keadaan sama sekali mentah. Udang misalnya bisa direbus dahulu hingga matang sebelum dijadikan campuran, demijkian pula dengan rajangan jamur. Terkadang saya menambahkan pula rajangan paprika dan lain2 bahan yang sekiranya bisa dicampurkan.

Untuk keindahan dan menambah sedap rasa, saya biasa menggoreng telur bebek sebagai pelengkap santapan nasi goreng. Bisa pula ditambahkan irisan tomat, kerupuk, maupun irisan ketimun.

Advertisements