Tangan-tangan

Pernah kusaksikan seperti ini:

Tangan dan jemari keluar dari lubang angin sebuah tembok

Lubang angin berjeruji

Tembok berwarna putih, di pinggir jalan

Tembok kreasi kuasa negara bernama penjara

Dan ada diantara tangan-tangan itu, terselip satu dua mata mereka mengharap

Barang satu dan dua batang sigaret

Dan kulempar pada tangan-tangan itu, sigaret kepunyaan

Tangan-tangan dan jemari itu berebutan

dan terimakasih terucap dari mulut-mulut

Tangan-tangan dan jemari  itu

adalah tangan dan jari nan malang dan tersisih

Yang sebelumnya melakukan salah

Yang bisa jadi bukan dimaui oleh manusia pemiliknya

Dan bukan semata persoalan takdir belaka

Nijmegen, 11 Mei 2013

Advertisements