Ketika Sejarah Totok A.R dalam Keanggotaan Koes Plus Dipertanyakan

Pada 20 Agustus 2013, akun FB Ade Tejenegara (AT) mengupload foto tulisan mengenai Koes Bersaudara dan Koes Plus di Group Facebook Obrolan Seputar Koes Plus (OSK). Pada intinya, tulisan milik Remy Silado yang diuploadnya itu berkisah soal sejarah terbentuknya Koes Plus yang tanpa menyebut sedikitpun soal Totok AR di dalamnya. Ia menulis :

Cuplikan tulisan tetangga saya Bung Remy Sylado dalam bukunya A-Z Musisi Indonesia yang menyinggung tentang Koes Plus. Aneh nama Totok AR kenapa tidak ditulis?

Atas upload AT tersebut, akun FB Ferry Raya menulis singkat:

Berarti Remy juga kurang teliti

Saya yang pula pernah menulis sejarah singkat Koes Bersaudara dan Koes Plus dengan meyebut nama Totok AR di dalamnya kemudian memberi komentar:

Tipikal sedjarah mainstream Koes..
Nah, mau pertjaja Remmy Sylado apa MKW? Kalo MKW ada Totok AR nja. En FYI, Remmy ini kalau saja tak silap, tercatat pernah komentar miring atas musik Koes. Betul bgitu kan mas Wasis Susilo?

AT membalas sebagai berikut:

Saya pengen melihat bukti kalau Adinda MKW pernah wawancara dengan Totok AR. Silakan aplod videonya seperti waktu wawancara dengan Lies AR. Kalau percaya kepada salah seorang atau bahkan keduanya musrik dong. Saya hanya ingin melihat bukti dulu baru bisa menentukan sikap.
Akun Ferry Raya (FR) membalas Ade Tejenegara yang menginginkan video wawancara sebagai berikut:
Kang Ade, kl masalah Totok AR kan sdh jelas ada di cover album Dheg Dheg Plas. Apa msh perlu video wawancara?

Agak aneh sebenarnya ketika FR secara halus mempertanyakan keinginan AT akan video wawancara akan tetapi AT terkesan tak menyadari bahwa FR pun mempertanyakan relevansi permintaan video itu ketika hal mengenai Totok AR sebenarnya telah gamblang di cover album Koes Plus vol. 1. Berikut komentar AT:

Betul Mas Ferry, saudara kita ini kan ngotot membela AR bersaudara dengan referensi tulisan dan video buatan beliau sendiri. Menurut saya ini tidaj objektif, sama dengan memaksa orang mengakui tulisan dia yang paling benar. Saya pengen bukti kalu beliau pernah bertemu dan interview dengan Bung Totok AR.

Dalam komentar di atas, AT menulis bahwa saya ngotot, tidak obyektif dan memaksa orang mengakui bahwa tulisan saya yang paling benar, hal-hal yang saya rasa tidak pernah saya lakukan dan tidak lain adalah asumsi AT sendiri pada saya. Saya menulis sejarah Koes Plus atas panggilan kecintaan saya pada sejarah Koes, dan apakah  orang (termasuk AT) akan percaya atau tidak dengan konstruksi sejarah yang saya buat itu bukan urusan saya dan bukan kepentingan saya.  Saya, oleh karenanya, tidak merasa perlu melakukan apapun untuk membuat orang (termasuk AT) percaya pada apa yang saya konstruksi lewat tulisan. Maka terhadap AT, saya membalas.

Kalau begitu apa bapak perlu lihat video interview Bintang Indonesia dengan Jon Koes sperti jang diupload Mas Rofiq agar bapak bisa bersikap?? Apa bapak perlu liat aneka video atas segenap berita jang bapak batja tiap harinja di media sampai bapak bisa bersikap? untuk bapak ketahui, Saja melakukan interview dengan sungguh en martabat diri saja adalah djaminan bahwa interview itu saja sungguh2 lakukan. Atas dasar itu saja tjoba mengkonstruksi sedjarah Koes, dan sudah saja lakukan. Saja tak ada kepentingan untuk membuat Bapak atau siapapun pertjaja atau tidak pertjaja pada konstruksi jang saja buat. Koreksi pak, saja tak pernah memaksa siapapun untuk pertjaja pada konstruksi saja. Gak pertjaja silakan pak, wong orang pertjaja atau tidak djuga gag bikin saja kaja mendadak atau midkin mendadak. Gak usah dtunggu sampai malam Pak, karena saja tak merasa penting untuk mmbuat orang tmasuk bapak untuk bersikap. Setiap orang berhak pak untuk berpendapat, dan itu tak menghalangi untuk objektif. Tak harus merudjuk pada pendapat orang lain, seperti bapak jg merujuk Remmy Silado ini. Malah saja ingin batja tulisan bapak, konstruksi bapak atas sedjarah kb ke kp sperti apa. Itu jg blm petnah saja tau setjara kumplit. Demikian pak. Tabik_MKW

Setelah komentar itu, AT menulis sebagai berikut:

Saya juga berhak dong berpendapat kalau KP lebih tenar dari DP buktinya KP masih dikenal sampai sekarang. Yah walaupun DP juga pernah ngetop tapi itu dulu.

Tulisan AT di atas menurut saya aneh, karena tiba-tiba menulis perihal DP (maksudnya Dara Puspita). Buat saya, tentu adalah hak dia untuk mengatakan/berpendapat KP lebih tenar dari DP. Tapi mengapa tiba-tiba ada dalam diskusi soal Totok AR? apa relevansinya? Akan tetapi saya tak menanggapi komentar AT tersebut, dan ia kemudian menyambung:

Tadi Anda bertanya mau percaya Remy Sylado atau MKW? Awam pasti sudah mengetahui siapa itu RS tapi siapa itu MKW? Anda bisa ambil kesimpulan sendiri. Maaf ya. Kalau tidak ada halangan bulan depan saya mau ke negeri kincir angin.

Komentar AT di atas terkesan merendahkan saya, MKW dengan perbandingannya terhadap Remy Sylado. Tapi itu tiada menjadi masalah bagi saya. Akan tetapi lagi-lagi saya tidak mengerti, apa hubungan antara Totok AR yang sedang didiskusikan dengan rencana AT hendak ke negeri kincir angin? Dalam ketidakmengertian itu akun Koes Omar Prabu (KOP) yang saya yakini bukan nama sebenarnya menulis sebagai berikut:

kang Ade… saya kira wajar kalo Totok AR gak disebut dalam tulisan tsb karena cuma pemain pengganti… lagi pula TAR cuma sekejap aja di KP… tul tak… cihuuui…

AT merespon KOP sebagai berikut:

Tahun 1969, saya memang tidak mendengar namanya disebut-sebut di radio, atau karena saya yang tidak engah karena saat itu masih asyik mendengarkan lagu-lagu The Beates di radio?

Datang kemudian akun Bambang Purnomo (BP) menulis sebagai berikut

Remy Silado pernah menulis di buletin Prisma akhir thn 1970 an kalau gak salah…judulnya Kebabalan sang Mengapa ..dimana dia mengritik habis lagu2 KP yang dianggap cengeng ….tentu saja termasuk grup2 musik yang lain…

Agak malas melanjutkan diskusi, saya menulis sebagai berikut:

tunggu komennja Pak Ferry Raya ama PakWasis Susilo dll aza lah jang pasti objektif en sudah tentu tidak ngeles kajak saja eheheh. Saja tjukup save aza diskusi ini, buwat arsip.

Datang kemudian akun FB Awwaludin Romadlon (AR), menuliskan komentar yang saya rasa ditujukan pada AT sebagai berikut:

Itu yg diketahui secara umum kang.. makanya misteri Totok AR serta fakta adanya Totok AR di album KP Vol I, serta perbincangan Totok AR dengaan Mas MKW, adalah referensi terbaru yg harus diketahui kenyataannya oleh penggemar KPB.. Saya saja baru tahu Totok AR pernah masuk KP (Vol I) dari perbincangan di Milis KPB serta di OSK ini.. dan menurut pendapat saya itu shahih dan clear tanpa perlu perdebatan.. Demikian pendapat saya..

Terhadap komentar AR, saya memberi tanggapan sebagai berikut:

makasih pak pendapatnya, moga bapak djuga mau bertestimoni bahwa saja gag pernah maksa bapak pertjaja tulisan/pendapat saja soal Totok AR. Karena buat saja orang pertjaja atau tidak itu sudah lepas dari urusan saja. Pertjaja sukur enggak djuga gak papa. Tabik_MKW

AR membalas komentar saya dengan menulis sebagai berikut:

Ya, saya tdk melihat pemaksaan diri dri Mas MKW.. Kalaupun ada hanyalah mempertahankan analisa dari hasil penelitian dan wawancara Mas MKW dengan ybs.. Seperti yg saya katakan seblmnya, pembuktian diri hyalah pada personil yg menjadi saksi dan masih hidup Yon, Yok dan Murry… Bukan hya 1 personil, ketiga2nya harus diundang untuk menjelaskan secara gamblang dan transparan..

Saya kemudian merespon:

Ja, makanja hasil riset saja silakan dikomparasi dengan tulisan2 lain. Nanti kan ketemu mana kelemahan mana kelebihan. Tidak tertutup kemungkinan nanti saja sendiri akan meragukan hasil simpulan saja sekarang ini kalau saja temukan fakta/data baru lagi. Dan itu wadjar belaka dalam ilmu pengetahuan. Tapi setakat ini, ja itulah konklusie saja. saja berbeda dengan Remy Silado, dengan Bintang Indonesia dll. Salam 

AR kemudian menulis yang ditujukan pada AT sebagai berikut:

Sekrg tinggal Kang Ade saja, apakah mempercayai bahwa Totok AR itu ada dalam perjalanan KPB atau tidak…?

AR kemudian juga melanjutkan:

Sudah Mas MKW, misalnya Mas Rofiq memunculkan artikel dri BI, yg mengkomparasi, apakah Murry dulu atau Totok AR dulu yg gabung di KB dan KP… terus artikel di atas juga merupakan tulisan yang mengjelaskan seakan Totok AR tidak ada.. Foto Album KP Vol I, itu juga merupakan data tambahan status Totok AR…. Masalah percaya dan tidak, ityukan kita masing2 punya pemikiran dengan melihat data dan fakta…

Saya membalas AR sebagai berikut:

Betul, itu masing2 kepala punja pemikiran, termasuk saja punja pemikiran. Maka saja tuliskan, saja konstruksi dengan berdjerih pajah menginterview Totok AR untuk kepentingan sedjarah, walau tjemooh jang saja terima [lutju ja, dikasih tawaran baru malah mentjela]. Tapi saja sih gag masalah. Saja tetep konstruksi pendapat saja. Boleh aza kan? didjamin UUD 1945 loh. Toh saja enggak maksa orang pertjaja (emang buwat apa saja maksa orang, ketjuali per orang pertjaja saja dapat 1000 perak kali djumlah penduduk indonesia, lumajan djuga). Mau pertjaja versi tetangga (maksudnja Remy Silado) ja monggooo kalo itu dimilai jang paling objektief en djurnalis senior. Mau pertjaja Bintang Indonesia ja silakaan. Gag pertjaja sama tukang ngeles kaja saja djuga gpp. Woles aza. Terimakasih Pak

AT kemudian berkomentar sebagai berikut:

Wah ditinggal moyoy sudah rame nih lapak. @ Awwal: Coba baca kembali status saya. Saya menulis , aneh nama Totok AR tidak ditulis? Yang saya kemukakan adalah tulisan Remy Sylado. Kalau di album memang ada foto Totok. Terima kasih Adinda MKW mengaku kalau ngeles. Saya mau mandi dulu. Wasalam .ATK

Akun Suryadi Rendra (SR) masuk dan memberi suara:

Pendapat saya “kongruen” dengan pendapat kang Awwaludin Romadlon. Sama persis….

Pada SR saya menulis:

kalau sama dengan Pak Awwaludin Romadlon, apa djuga berarti sama dengan pendapat saja Pak Suryadi Rendra? en kalau sama, apa Bapak pernah saja paksa buwat pertjaja logika berfikir saja toh pak? en kalau boleh tanja nih pak, tulisan en pemikiran saja selama ini bikin katjo atau bikin terang pemahaman bapak soal Koes sih pak? makasih pak.

SR membalas:

 Mas MKW, tidak ada yang memaksa saya untuk mempercayai semua tulisan anda, ataupun tulisan yang lain. Saya hanya mempelajari, membandingkan dengan informasi/data-data lain, hingga akhirnya saya menarik sebuah konklusi (kesimpulan) dan pemahaman sendiri. Bila saya mengatakan pendapat/pemahaman saya sama persis dengan kang Awwal, anda dapat menilai sendiri pendapat saya.

AR kemudian hadir kemballi dan menulis:

Kang Ade, makanya saya mencoba komen, krn ketika baca diskusi Kang Ade dengan Mas MKW yg kesimpulannhya “Percaya Remy Sialdo atau MKW?”.. tentunya saya sependapat kalau org awam akan memilih Remy S. Tapi dalam hal artikel di atas, seperti yg disampaikan oleh Mas Fery, remy S, tidak teliti krn mengabaikan Totok. Dan koemn saya, “Itu yg diketahui secara umum”, jadi tidak salah juga Remy membuat artikel di atas.. Namun kita sebagai fans KPB yg sdh bertahun2 berdiskusi mencari informasi, data, bukti dari personil, dari org2 terdekat (Bahasa kepresidenannya Ring 1), tentunya lebuh mengetahui bahwa Totok AR ada dlm perjalanan KPB..  Nah dengan artikel di atas, saya hanya tanya, bagaimana pendapat Kang Ade terkait Totok AR.. itu saja.. Tanpa perlu melihat wawancara MKW… Kalau saya sendiri, percaya Totok AR ada dlm perjalanan KP sebelum MKW nmewawancarai Totok AR, krn hal ini sdh diulas di milist KPB dan dengan bukti Cover album KP Vol 1.. semga clear..

Saya memberi respon sebagai berikut:

Trimakasih Pak Awwaludin Romadlon, diskusi soal Totok AR di milis KBP jang bapak maksud mungkin diskusi sekira 3 tahun silam di Januari-Februari 2010 dimana si tukang ngeles alias MKW ini djuga jang turut terlibat en bahkan memantik perdebatannja. Masih ada arsipnja:https://nadatjerita.wordpress.com/2010/02/05/koes-plus-dan-keanggotaan-koes-plus-sebuah-polemik/

AT kemudian hadir, memberi komentar:

He he asik nih banyak pendukung. Sekarang coba pikir media sebesar Bintang kalah sama MKW berarti hebat dong MKW? Kalau Totok AR merasa dilecehkan kenapa dia diam saja? Dia kan bisa mengundang media untuk klarifikasi. Udah ah komen mutar muter ngga puguh. Intinya Totok AR memang ada tapi tidak terkenal karena hanya sebagai pengganti sementara. Terima kasih ya teman-teman yang baik sudah sudah mengeluarkan pendapatnya. Saya salut sama Anda, Adinda MKW suatu saat kalau ada kesempatan boleh dong membagi ilmunya ke saya. Biar tidak melebar kemanamana dan ujungujungnya nanti dibilang pembuat rusuh dan diblokir lagi saya sudahi saja. Yang kurang puas bisa inbox saya. Terima kasih untuk Adinda MKW yang telah sabar menulis panjang lebar walaupun sebenarnya jwb yang baik itu singkat padat dan berbobot serta benar. Saya menghargai pendapat masing-masing. Selamat siang dan terima kasih. Wasalamu alaikim wr wb.

Atas komentar AT, saya menulis sebagai berikut:

 ehehehe Bintang Indonesia itu media besar pak, mosok sih kalah sama tukang ngeles kelahiran Orba MKW. Gag mungkin pak…en MKW memang gag hebat pak, kalau ada jang bilang hebat, pasti belum kenal jang lebih tua en lebih berpengalaman dari MKW jakni Thoyib Sumardo

KOP kemudian masuk menimpali:

peran dan keberadaan Totok AR di KP memang ada tapi kecil banget sehingga susah utk dilihat… nah utk membesar-besarkannya hrs pake mata org yg punya daya liat spt suryokontho… sesuatu yg kecil terlihat besar… tul tak… cihuuui…

Saya membalas, ditujukan pada AT:

Ade tejenegara: kata siapa djawaban baik itu harus singkat en padat pak? Tapi Bener sih. Nah singkat padatnja sih Totok AR adalah plus di dalam Koes. Alias Koes Plus Mark I. Tapi kalau mmang setjara objektif perlu pendjabaran pandjang lebar, maka saja sudah djabarkan setjara objektief, berbobot en benar. Kalau memang blm puas, saja tetep seneng aza diskusi kok pak, djangan takut diblokir. Saja akan bela bapak kalau diblokir gara2 diskusi ama saja. Satu lagi pak, totok ar mmg tidak dikenal, tapi itu bukan alasan bahwa dia bukan formasi koes plus. Tidak dikenal itu soal lain pak. Djusteru kewadjiban saja en bapak adalah mengenalkan dia pada mereka jang awam Koes. Dia ttep aza koes mark I. Itu kalo saja sih. Saja gag maksa bapak loh buwat pertjaja, krn bapak pastilah lebih pertjaja tetangga Bapak itu.

Akun FB Wasis Susilo (WS) masuk memberi pendapat, dan setelah pendapatnya ini, tak ada lagi diskusi berlanjut kepada hal yang mendalam lagi, alias usai. WS selengkapnya menulis sebagai berikut:

Pada dasarnya yang tidak mengakui “Toto AR bukan Koes Plus “tidak akan dipersalahkan, Bagi yang mengakui “Toto AR adalah anggota Koes Plus” juga tidak akan dipersalahkan. Tetapi kenyataannya dia pernah ada disana lengkap dengan segala bukti otentik termasuk hasil wawancara personel , Kalau soal RS atau penulis manapun tidak menceriterikan, tentu tidak bisa disimpulkan bahwa “Toto tidak pernah ada di Koes Plus” bukan ?. Soal seberapa besar atau penting perannya di Koes plus, silakan berpendapat menurut pendapat masing masing, namanya juga area subyektifitas. Tetapi bagi rekan rekan penulis sekaligus penutur memiliki tanggung jawab terhadap akurasi dan detil perjalanan Koes Bersaudara dan Koes Plus…..

Advertisements