….dan MKW pun Dibungkam Part II

[refleksi atas perkembangan wacana dikeluarkannya saya dari Group FB Obrolan Seputar Koes Plus (OSK). Belum selesai, tapi bolehlah dibaca en diikuti terus ūüôā …]

Tulisan saya di blog ini “…dan MKW pun Dibungkam” ternyata menuai banyak perhatian dan komentar di Group FB OSK. Banyak member yang tidak tahu bahwa saya telah dikeluarkan dari group itu mendesak team admin untuk memberi keterangan. ¬†Jika tanpa pressure dari warga OSK, team admin juga saya yakin tak akan memberi keterangan, termasuk ¬†DC. Berikut adalah¬†copy paste pernyataan Dhodho Cansera (DC) di OSK pada Kamis 27 Desember 2014. Selengkapnya begini:

QUOTE:

Melalui forum ini saya menyampaikan mohon maaf atas pengunduran diri saya sebagai admin tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, alasan pengunduran diri saya karena ketidak mampuan saya untuk duduk sebagai admin, menyangkut masalah di remove nya rekan kita MKW terkait dengan komentar beliau di postingan inihttps://www.facebook.com/photo.php?fbid=664381173584336&set=gm.661091230581001&type=1&relevant_count=1&ref=nf , silahkan di baca komentar2 beliau , atas dasar itu saya melakukan remove terhadap MKW dan di ketahui semua admin, saya melakukan hal tersebut tanpa memberi peringatan terlebih dahulu ke ybs, karena saya menganggap bahwa OSK hanyalah sebuah group facebook dan bukan suatu organisasi ataupun institusi, segala apa yang di lakukan admin tidak harus selalu mengikuti prosedur yang berlaku seperti yang ada dalam organisasi/institusi, toh pada akhirnya beliau juga akan bisa bergabung kembali seperti rekan2 lainnya yang pernah mengalaminya. Pada akhirnya saya selaku mantan admin memohon maaf yang sebesar besarnya atas kesalahan yang telah saya perbuat khususnya untuk Abah Duddy Zein, Kang Agus Scudetto, Mas Wina Untung selaku admin. Demikian, semoga kedepannya OSK akan semakin baik ..

END QUOTE

Demikianlah, setelah sempat menjadi tanda tanya, oknum yang meremove saya dari OSK yakni DC memberi pernyataan pengakuan seperti di atas.  DC memang eksekutor, namun dalam karena kerja admin adalah kerja team, semua admin yang ada pada waktu saya ditendang turut bertanggung jawab. Di bawah ini saling berbalas komentar saya dengan Dhodo Cansera (DC) dan akun FB Abah Duddy Zein (ADZ). (Sebenarnya saya malas sekali memanggil nama orang dengan sebutan Abah termasuk pada ADZ, karena siapa dia dan siapa saya sehingga saya harus memanggil Abah?? Tapi demi kepraktisan, dan karena memang akun FB nya demikian, maka saya gunakan akronim nama FB nya).

DC sebagaimana terbaca dalam pernyataannya di atas menyebut aneka komentar saya dalam posting/ thread Wasis Susilo (kala itu masih admin) inilah yang membuatnya meremove saya. Yang manakah yang dianggap bermasalah oleh DC? Tidak ada disebutkan di sana. DC  tidak mampu menunjukkan/ menyebutkannya. Aneh sekali, walaupun buat saya tidak aneh, bukankah dengan kekuasaan apa saja menjadi benar, apalagi kekuasaan yang dipegang oleh orang yang tak mampu menjalankan kekuasaan seperti DC (sebagaimana diakuinya sendiri untuk kedua kalinya!). Namun begitu, ada baiknya saya copy paste saja semua komen saya dan DC tersebut, agar orang bisa lebih memahami duduk perkaranya.

Sekaligus dengan membaca ini diharapkan orang akan dapat menilai dengan jernih siapa memfitnah siapa, mengingat DC dalam salah satu komennya menuduh bahwa saya telah memfitnahnya. Demikian juga mengingat saling tanggap antara saya dan Duddy Zein terkait erat dengan pengeluaran saya dari OSK, maka aneka komen saya dan Duddy Zein turut pula saya copas di sini. Walau sorotan lebih banyak pada DC dan tidak pada ADZ, orang tak boleh lupa bahwa  saling komen antara saya dan ADZ ini ikut pula dirujuk DC sebagai alasan diremove nya saya dari OSK. Restu ADS sebagai admin untuk ditendangnya saya mengindikasi bahwa  pembungkaman saya pula merupakan respon atas kritik keras saya terhadap koncoisme yang diterapkannya dalam mengangkat admin baru OSK, termasuk DC. Berikut kutipannya

QUOTE:

    • Manunggal K. Wardaya¬†Ooooo djebul Dhodo Cansera mingsi admin toooooooooooo…….huhehehe
    • Manunggal K. Wardaya¬†(Puantesan…dulu bikin posting en bisa nge pin, alias di atas terus, biar kebatja orang. Giliran ditanjain halnitu via komen, dihapus drh itu posting. Kajaknja dulu udah mundur. Ternjata enggak mundur toch hihihi)
    • Manunggal K. Wardaya¬†Nitip saran ke admin, lain kali nih kl pisting ssuatu jang sifatnja pengumuman, bolehlah di pin, dipaku biar d arptas terus. Tapi kalo dalam kapasitas pribadi, djangan digunakan buwat maksa orang kudu batja. Gak fair itu.
    • Dhodo Cansera¬†waduh ! tolong mas wasis tolong ŌĎ√Į klarifikasi komen MKW, sy bő¨∆¶√ļ beberapa hari ini ŌĎ√Į masukan kembali oleh Abah sdh ő¨ŌĎő¨ fitnah , inilah yg sy sesalkan sikap MKW yg ‚ąę√®∆Ėő¨∆Ė√ľ negatif terhadap sy hanya karena berbeda pendapat jadi seperti ini sikapnya kesannya ‚ąę√®∆Ėő¨∆Ė√ľ menganggap sy musuh ..
      22 December at 11:43 via mobile · 2
    • Manunggal K. Wardaya¬†Ja nggak usah reaktip banget (lebay) gitulah komen balasannja broer, kan tinggal dikasi tau ke umum aza kalo broer ternjata eh ternjataaaa masih djadi admin. Kok disebut pitnah sich broer?wadjar khan saja tanja gitu? Soalnja, khan emang dulu broer pernah minta mundur sehagai admin. Betul tak???apa saja jang salah inget??? Apa pernah setjara terbuka diumumkan?? Kalo emang pernah, saja dengan tulus minta maap broer. Berarti saja ini Ketinggalan brita. Tapi pesen saja nih ja broer, djangan pitnah dengan bilang orang mempitnah loh broer….djangan2 saja ini nich jang sebenernja dianggep mungsuh ama broer en kemudian broer kesankan ke umum seolah2 saja angep broer mungsuh seperti komen broer di atas. Djangan gitu dong broer!! Trus soal pin gmana pendjelasannja? BTW Kl saja djadi broer sih bakal nolak dimasukkin lagi djadi ngadmin, djadi gak mentjla mentjle…. ehehe. Itu kl saja looh.
      22 December at 13:30 via mobile · Edited · 1
    • Abah Duddy Zein¬†MKW, masuknys mas Dhodo sbg admin atas inisiatif abah. Sama sekali tanpa kehendak mas DC dan tanpa sepengetahuan mas DC. Kenapa? Abah sangat menghormati mas DC sebagai tokoh OSK. Alasan laiinnya adalah hal ini bukan masalah.
      22 December at 13:59 via mobile · Edited · 4
    • Manunggal K. Wardaya¬†Sbnernja nggak bisa gitu. Tanja dulu jbs mau gak. Lagipun jbs dulu djelas2 dah mundur kok dimasukkan lagi, kajak gak ada jang lain en kumpeten. Nambah admin itu tanja dulu ke publik, setudju gak, pas gak. Djangan pilih2 tokoh. Kalo soal tokoh djuga banjak dsini. Tidak masalah? Wah ini djelas masalah. Kalo kajak gini, susah nggak bilang sebagai Kontjoisme..
      22 December at 13:59 via mobile · 1
    • Abah Duddy Zein¬†Sangat sayang rasanya kehilangan seseorang DC dari admin.
      22 December at 14:01 via mobile · 4
    • Manunggal K. Wardaya¬†Itu kan subjektief anda. Saja sih malah amat sangat menjajangkan doski didjadikan admin tanpa denger suwara2 rakjat osk. Track record jbs sebagai admin dulu dmana terdjadi pembiaran posting2 ngawur adalah salah satu keberatan saja. Alasan lain, Jbs sen…See More
      22 December at 15:05 via mobile · Edited · 1
    • Manunggal K. Wardaya¬†Moga2 diskusi ini gak dihapus kajak soal cd jok koes…ehehe
    • Euis Cahyani Marlina¬†Menurut saya sudah jelas siapa yang ndableg. Ingat Mas Dhodo adalah pendiri grup ini. Beliau bisa saja menutup grup ini. Saran saya sih postingan ini jangan dihapus tapi cukup mengeluarkan Saudara Manunggak K Wardaya dari grup ini. Hanya saran saja tapi berharap dikabulkan.
      22 December at 15:19 · Edited · 3
    • Endang Farid¬†Ayo podo rukun kabeh sedoyo.. Lha nek ngeyel piye..
      22 December at 15:33 · 2
    • C’Mon V’Plus¬†sal gx lg da acra nge D.O orng cma krn mosting lryc lagu “Penipu Tua’ ja…
      22 December at 15:34 · 2
    • Euis Cahyani Marlina¬†Coba gimana liriknya lagu Penipu Tua, OmC’Mon V’Plus?
    • Manunggal K. Wardaya¬†Lam manis dr ngAmsterdam buwat mbak Euis Perdjuwangan ehehehe. Saran jang tjiamixx..
END QUOTE:
Dari dialog antara saya, MKW dan DC dan juga antara saya dan ADZ di atas beberapa hal bisa saya simpulkan sebagai berikut:
  1. Amat tidak jelas/absurd bagian mana yang membuat DC & team admin meremove saya sebagai member OSK. DC asal-asalan merujuk link thread Wasis Susilo, tanpa secara spesifik merujuk komentar mana yang bermasalah. Aneh sekali team admin bertindak, akan tetapi tidak dapat mempertanggungjawabkan tindakannya itu dengan sejelas jelasnya. Tapi saya juga mengerti: dalam sistem yang otoriter, pertanggungjawaban tidak diperlukan.
  2. Di OSK berkembang pendapat yang berlagak bijak terkait komunikasi, termasuk kajian dan analisa komunikasi yang baik yang  kemudian diterangkan berpanjang lebar memusingkan laksana di forum seminar ilmiah dengan audiens insan-insan akademis dengan level pemahaman dan kecakapan berfikir tertentu (saya mau tanya: siapa yang enggak komunikatif sebenarnya kalau begitu?).
  3. Dalam konteks itu, saya mempersilakan siapa saja untuk membantu DC menunjukkan di mana letak kesalahan komentar saya? Saya hanya bertanya pada DC, mengapa dia jadi admin lagi dan sejak kapan, akan tetapi DC menjawab dengan lebay sebagai fitnah. Saya mungkin brengsek dalam berkomunikasi, akan tetapi sudah pasti lebih brengsek lagi pemberangusan tanpa komunikasi. Lantas kenapa repot-repot mengkaji dan menyoroti komunikasi perihal komunikasi? Kenapa tidak menyoroti admin yang otoriter-koncoisme dalam rekrutmen sehingga outputnya juga tidak demokratis?
  4. Kepada anda yang berkhutbah soal komunikasi yang baik, sebenarnya biang masalah ini adalah admin yang otoriter dan rekrutmen admin yang tidak demokratis. Pendapat anda tak lebih sekedar stempel pembenaran atas tindakan otoriter admin yang padahal bisa pula menimpa anda sewaktu-waktu. Anda membenarkan otoriterisme admin, sedangkan saya mengkritik otoriterisme admin. Itulah BEDAnya saya dengan anda.
  5.  Saya telah menulis bahwa saya sanggup mempertanggungjawabkan setiap huruf yang saya tulis di sana. Jika saya salah, saya bersedia minta maaf. Terbaca di sana, kalau memang DC pernah dinyatakan sebagai admin dan diumumkan, saya dengan tulus akan meminta maaf.  Sementara itu, DC  telah melontarkan tuduhan bahwa saya melakukan fitnah dan ia tak pernah menyatakan maaf untuk itu walau terbukti BENAR bahwa DC telah menjadi admin dan menerima posisi sebagai admin, dua hal yang seolah ia kesankan kepada publik tak pernah ia maui. Mana yang tidak beretika: saya atau DC?
  6. Asumsi saya bahwa pengangkatan DC sebagai admin tidak pernah diumumkan  TERBUKTI BENAR adanya, dan yang membenarkan tidak lain tidak bukan adalah ADZ sendiri. Jadi, oleh karenanya kegusaran saya terhadap munculnya kembali DC (dan dua orang admin lainnya yakni Agus Scudetto dan Wina Untung) tanpa sosialisasi terlebih dahulu kepada warga OSK adalah wajar adanya. Justeru tanggapan DC pada saya itulah yang berlebih-lebihan bahkan terkesan hipokrit: seolah emoh, seolah tidak mau menerima jabatan admin dengan marah-marah pada saya, tapi toh nyatanya diterima juga jabatan itu!
  7. Karena biang persoalan adalah  penunjukan admin diam-diam yang mengingkari prinsip demokrasi, maka  jelaslah bahwa DC telah salah alamat marah marah dan bahkan menuduh saya menyebar fitnah. Seperti saya katakan pada DC dalam komentar, sesungguhnya orang paling bertanggung jawab atas konflik saya dan DC adalah Duddy Zein karena tindakan diam-diamnya yang tak demokratis itu. Mengapa DC tidak marah-marah pada Duddy Zein dan mengapa Duddy Zein tidak meminta maaf baik kepada saya karena DC karena tindakannya yang tak transparan dalam penunjukan admin yang tidak demokratis dan menyebabkan konflik serta mundurnya WS itu?? Dimana tanggungjawab moral Duddy Zein??
  8. Jangankan kepada saya dan warga OSK, pengangkatan DC dan Agus Scudetto serta Wina Untung tidak dikonsultasikan pada Wasis Susilo (WS) selaku asisten admin. Pengangkatan itu terbukti bermasalah, terutama terkait konflik saya dan DC. Bahkan seorang WS sampai harus mundur karena tak pernah dimintai konsultasi dengan pengangkatan baru, sesuatu yang tidak pernah diungkap terbuka di OSK. Sekedar mengingatkan, ketika menjadi admin bersama DC, OSK begitu tidak tertibnya sehingga WS mundur, tak sanggup kerjasama. DC kemudian mundur dari admin, dan ADZ menjadi admin. WS diminta menjadi admin. Kini ADZ mengangkat DC lagi tanpa konsultasi dengan WS, tanpa minta pendapat pada warga OSK. ¬†Untuk semua masalah yang jelas jelas nyata itu, ADZ mengatakan “tidak masalah”. Luar biasa!
  9. Makin jelas bahwa DC sang admin ‘bolak-balik’ (bolak balik jadi admin maksudnya ) ini beserta cs nya di jajaran admin rupanya tidak paham, bahwa sebuah pendapat layak mendapat tanggapan dengan pendapat. Argumen, balaslah dengan argumen. Itu semua tidak ada dalam kasus pembungkaman saya. Pendapat dan kritik, baik terhadap diangkat DC kembali sebagai admin maupun praktik penunjukan admin secara langsung oleh ADZ yang tak demokratis, dibalas dan ditanggapi dengan pembungkaman.
  10. Satu-satunya konstruksi berfikir untuk memahami mengapa tulisan tulisan/aneka komentar saya di atas dipakai sebagai dasar dikeluarkannya saya dari OSK adalah dengan mengingat dan memahami, bahwa dalam apapun sistem yang otoriter, maka segala perbuatan dan tindakan mereka yang berkuasa adalah selalu benar. Inilah yang ternampak dalam tindakan DC dan team admin OSK menendang saya ke luar dari OSK. ¬†DC dan team admin bahkan sebenarnya tak perlu merujuk link apapun, karena ia dan jajaran admin adalah selalu benar. Hal ini sudah saya utarakan sebelumnya di ‘Part I’. Semua penjelasan admin adalah kebenaran, dan memang begitu ‘kebenarannya’di OSK hingga kini.
  11. Hal demokratis tidak akan tumbuh dari sistem yang dibangun dengan  tidak demokratis. Penunjukan langsung admin, apalagi admin yang telah terbukti tidak mampu/tidak cakap dan BAHKAN telah disadari oleh admin itu sendiri terbukti telah mematikan demokrasi di OSK. Suara beda dianggap ancaman, bukan bentuk perhatian dan kecintaan. Anehnya, ADZ dalam pernyataannya masih berharap suatu saat, si gagal dan si tidak mampu ini akan kembali jadi admin OSK. Saya benar-benar gagal paham terhadap ADZ.
  12. Hal lain yang menarik adalah tulisan ADZ yang muncul setelah adanya tulisan DC di atas sebagai berikut:¬†… Tokoh pencetus grup OSK ini sangat abah hormati dalam kapasitasnya sebagai tokoh OSK, sosok yang memprakarsai OSK. Mas DC telah membesarkan OSK, dan OSK kemudian menjadi media informasi dan berbagi pengetahuan tentang perkoesplusan yang andal. Kita akui bahwa OSK saat ini menjadi grup fb terbaik untuk berbagi informasi tentang perkoesplusan/koesbers dan segala hal terkait aktifitas penggemarnya. Mas DC-lah aktor di balik grup ini…
  13. Untuk diketahui, tulisan pada butir nomor 12 di atas adalah bagian dari tulisan ADZ yang menjelaskan pengunduran diri DC sebagai admin OSK. Jika ADZ mengangkat DC secara diam-diam dan bahkan (konon) tanpa sepengetahuan DC, maka pengunduran diri DC ternyata perlulah ia umumkan pada publik OSK. Ibarat orang kawin, maka akad nikahnya yang seharusnya dietahui orang banyak itu dilakukan secara diam diam en rahasia, tapi giliran bercerai diumumkan.
  14. Tulisan ADZ tersebut ia buat kurang dari 24 jam setelah ia menasihati akun FB Dimanuga yang meminta admin menjelaskan alasan removal saya. Alih-alih menjawab, ADZ  malah memberi nasihat agar Dimanuga tidak mengkultusindividukan seseorang, yang  dalam konteks jawaban ADZ mudah sekali ditebak siapa yang dimaksudkan. Dimanuga cukup cerdas dalam memberi tanggapan pada ADZ dengan membantah bahwa ia tidak tengah mengkultusindividukan saya dan mengatakan bahwa yang ia inginkan adalah transparansi dari admin OSK.
  15. Bagi saya, amat menarik bahwa ADZ menyebut kultus individu. Perlu kiranya saya copaskan kalimat ADZ ¬†pada saya mengenai individu bernama DC sebagai berikut:”MKW, masuknys mas Dhodo sbg admin atas inisiatif abah. Sama sekali tanpa kehendak mas DC dan tanpa sepengetahuan mas DC. Kenapa? Abah sangat menghormati mas DC sebagai tokoh OSK.“…” ¬†Saya , demi membaca tulisan ADZ ¬†mengenai DC yang selalu ia sebut-sebut dan puja puji sebagai “tokoh” yang dihormati seperti pernyataannya di atas ¬†dan menghubungkan nasihatnya pada Dimanuga soal kultus individu jadi tak urung menjadi tertawa. Siapa sebenarnya yang sedang mengkultusindividukan seseorang?? Entah kenapa kemudian saya ingat nasihat bijak dalam ajaran Jawa perihal jarkoni.
  16. Hal menggelikan lain: adalah ketika beberapa member menanyakan perihal removal saya kepada admin, salah seorang admin hasil tunjukan langsung ADZ  dengan sigapnya balik bertanya: admin mana yang dimaksud? Ia mengatakan admin OSK ada tiga: dua orang yang hasil tunjukan ADZ dan ADZ sendiri. Wow!! Bagi saya, jawaban admin baru yang diberikan manakala keberadaan dan status DC masih misterius paska ybs menendang saya dari OSK ini sungguh lucu bin ajaib. Tanpa pemberitahuan apapun, DC ternyata sudah tak jadi admin tanpa pemberitahuan dan penjelasan apapun, seolah warga OSK harus tahu dengan sendirinya kalau DC sudah tak lagi admin. Konyol!  Saya bertanya pada diri sendiri: Setelah Mendadak Admin, mengapa tiba tiba Mendadak Pikun? Siapa admin ajaib yang setelah mendadak admin lantas menjadi mendadak pikun ini? bisa dicari sendiri jawabannya, lumayan buat tebak-tebakan berhadiah pulsa khas OSK.
  17. Setelah sukses membungkam saya, dan menendangnya keluar dari OSK, DC dicari-cari member OSK untuk memberi keterangan. Akhirnya setelah berkoar di milis Koes Plus menanggapi share link saya, DC yang di OSK justeru ngumpet kemudian muncul dan mengatakan mundur sebagai admin dengan alasan usang seperti telah tercopy paste di atas: “merasa tidak mampu”. Mengapa alasan itu saya katakan usang? Untuk diketahui dan dicatat sejarah OSK maupun sejarah hidup DC sendiri, alasan itu adalah alasan yang persis sama seperti yang pernah ia lontarkan ketika ia mundur jadi admin dahulu, sesuatu yang ¬†membuat saya mengkritik dengan keras jadinya ia kembali sebagai admin.
  18. Jika DC mundur sebagai admin karena (lagi-lagi) tidak mampu seperti kritik saya, sebenarnya kritik saya kepadanya terbukti benar. Juga jika ADZ menerima pengunduran DC, sebenarnyalah ADZ juga membenarkan kritik saya atas naiknya DC kembali sebagai admin sekaligus klaim dia (ADZ) bahwa penunjukan yang tidak demokratis itu tidak masalah. Lantas  kalau begitu, dimana lagi alasan pembungkaman hendak didasarkan? Lagipula kalau DC memang tahu bahwa ia tidak mampu, namun ia tetap menerima juga jabatan admin dan ADZ tetap saja mengangkat DC sebagai admin walau ia tahu bahwa DC tidak mampu jadi admin,  maka di mana sebenarnya lokus (letak) permasalahan ini? di saya atau mereka berdua? Lebih jauh oleh karenanya, siapa sebenarnya yang layak ditendang dari OSK: saya, atau mereka?
  19. Dalam kasus DC saya melihat betapa tidak satu antara kata dan perbuatan. DC pernah mengundurkan diri sebagai admin dengan alasan yang sama yakni tidak mampu, namun kemudian ia menerima penunjukan langsung sebagai admin oleh ADZ.  Jahatnya, ketika saya protes keras dan mengingatkan hal ini pada DC, DC justeru berteriak lantang seraya mengatakan bahwa saya telah memfitnahnya. DC seakan memberi kesan pada publik bahwa menjadi admin bukanlah kemauannya, dan bahwa ia ditunjuk oleh ADZ. Benarkah begitu? Kenyataaan yang ada justeru membuktikan  sebaliknya: ia mau menjadi admin! Alih-alih segera mengembalikan jabatan admin dan kewenangannya itu, DC ternyata menjalankan fungsi sebagai admin untuk kedua kalinya dengan satu-satunya prestasi yang dilakukan: menendang MKW keluar dari OSK!
  20. Setelah sukses menendang saya, DC  menghilang, ngumpet. Akhirnya setelah dicari-cari oleh warga OSK yang ingin kejelasan kasus saya, DC muncul dengan dengan pengakuan telah mundur sebagai admin! Jadi DC diangkat  admin secara diam-diam, dan mundur secara diam-diam pula dan satu-satunya tugas dia adalah menendang saya dari OSK.
  21. Alasan DC mundur adalah alasan klasik, alasan yang pernah ia utarakan di masa lalu: merasa tidak mampu menjadi admin. Mereka yang tidak tahu sejarah DC dan keadminannya mungkin akan memuji DC sebagai jiwa besar dan ksatria. Saya, beribu maaf jijik dengan pernyataan DC ini, yang sebelumnya saya protes karena kapasitanya itu  dan  membalas dengan berteriak fitnah kepada saya, akan tetapi nyatanya ia menerima juga jabatan sebagai admin yang sebelumnya tegas dibantahnya itu! Kepada DC dan siapapun yang mengikuti kasus ini saya bertanya tegas:  siapa memfitnah siapa sebenarnya kalau begini?
  22. Dalam kasus ditendangnya saya oleh admin, harus dicatat bahwa saya ditendang dan dikeluarkan bukan oleh admin yang cakap dan mengerti fungsi dan etika admin, melainkan oleh admin berakun FB Dhodo Cansera, figur yang  dipilih secara diam diam oleh admin ADZ secara tak transparan , dan mundur diam-diam, figur yang ironisnya sebenarnya tidak mampu menjadi admin OSK sebagaimana diakuinya sendiri! Luarbiasa bukan?!
  23. Kaitannya dengan di atas,  mari kita bertanya pada akal sehat: bagaimana mungkin orang yang pernah mundur sebagai admin karena merasa tidak mampu, tiba tiba kembali merasa mampu menjadi admin dengan menerima penunjukan dengan admin, dan kemudian setelah melakukan tugas admin dengan tangan berlumuran darah dengan seenak udelnya mundur dengan alasan yang sama yakni tidak mampu dan pengunduran diterima dengan ringan oleh yang mengangkat diam diam tadi?
  24. Masih terkait hal-hal di atas, bagaimana bisa ADZ menunjuk orang yang telah terbukti tidak mampu dan bahkan mengaku tidak mampu untuk duduk dan membawa pedang admin, dan membiarkan begitu saja si tidak mampu ini menjadi admin yang akhirnya ia mundur lagi karena tidak mampu,  namun masih berkeinginan si tidak mampu  ini kelak menjabat admin lagi? Film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) sepertinya harus dibikin semacam sequel jadi Ada Apa Dengan ADZ (AADADZ)
  25. DC boleh saja ¬†merujuk link thread WS sebagai alasan pembenar diremove nya saya. Namun maaf, kebetulan saya bukan orang yang mudah percaya alasan orang yang tak satu kata dengan perbuatan, yang menjilat ludah sendiri. Adalah rahasia umum bahwa perbedaan pendapat ¬†antara saya dan DC terutama terkait dengan keanggotaan Koes Plus dan DC sudah terjadi sejak lama, jauh sebelum thread WS itu. Hanya bedanya, dalam debat terakhir, DC membawa pedang admin dan saya bertangan kosong. Saya percaya, ada dendam pribadi yang mewarnai tindakan admin ‘bolak balik’ ini terhadap saya.
  26. Selain itu, pendapat saya berkaitan dengan CD Jok Koes yang ¬†dijual oleh Agus WM dan dipermasalahkan orang ‘seseorang yang dituakan di OSK’ tak boleh dilupakan begitu saja. Saya amat percaya, pendapat saya yang memandang kasus itu secara hukum dengan melawan anggapan umum itu turut berkontribusi terhadap pembiaran Admin atas ditendangnya saya dari group FB OSK.
  27. Saya tetap pada pendirian saya, bahwa CD itu sebagai hak milik adalah hak terkuat menurut hukum! Oleh karenanya adalah sah-sah saja bagi sang pemilik untuk melakukan apa saja: meminjamkan, menghibahkan, menjual, bahkan membuang dan menghancurkannya.  Bahwa pada awalnya dia dibagikan gratis apapun latar belakangnya, maka hal itu adalah diskusi yang lain. Saya menyesalkan kasus itu dibawa ke lebih dari 4000 anggota OSK dengan klaim Agus WM mencari keuntungan, dan penghujatan terhadap Agus WM berlangsung beberapa lama, tanpa kesempatan bagi Agus WM membela diri. Bagi saya penyelesaian yang bermartabat adalah mengajak dialog Agus WM dengan melibatkan para penengah yang memahami persoalan itu, bukan dengan cara yang jauh dari etis seperti itu. Selama kasus itu belum diselesaikan, maka Agus WM terus dalam keadaan teraniaya. Saya tak habis mengerti posting yang provokatif seperti itu terjadi dan dibiarkan di OSK.
  28. Masuk lagi ke OSK? Nee Bedankt, saya menolak bergabung di group yang dipimpin oleh admin otoriter dan tidak dipilih secara demokratis seperti sekarang.
Advertisements