Ketika Admin Medsos Menggalau

Sekira bulan September 2013, akun FB Dhodo Cansera (DC) admin Group Facebook Obrolan Seputar Koes Plus (OSK) membuat thread/posting yang intinya mengekspresikan kesedihan/kegalauannya atas makin kacaunya group medsos yang di-admin-inya. Banyak diantara member memberikan komentar yang intinya memberikan semangat pada DC untuk terus bertugas sebagai admin. Posting itu sudah dihapus (mungkin oleh DC sendiri yang kala itu masih admin OSK) sehingga saya tidak bisa menampilkannya kembali di sini.  Namun, ini adalah komentar saya atas posting DC, admin yang sedang galau itu. Galau sungguhan atau berakting galau tentu di luar pengetahuan saya. Lengkapnya komentar saya begini:

Terlepas dr figur seorang Dhodo Cansera jang merupakan penggemar berat KP dengan wawasannja jang amat mendalam soal KBP, en amat saja hormati, saja harus mengatakan bahwa Sdr DC sebagai moderator di Group ini terkesan kurang tegas, dibandingkan dengan group lain jang saja ikuti, misalnja group AKTUIL THE LEGEND (ATL). Di group spt ATL, posting jang tak ada isinja, hanja memantjing kontroversi, diperingatkan keras, ditegur, dan kalau masih membantah, diremove tanpa ampun. Setidaknja peringatan moderator ada dilakukan. Di sini? akun-akun palsu dari pribadi-pribadi jang patut diduga palsu dan posting hal-hal jang diluar konteks Koes dibiarkan,sehingga subur dan meliar. Hal jang tidak etis dibiarkan. Dugaan saja, moderator mengenal setjara pribadi akun-akun itu, tau pasti siapa-siapa mereka itu, sehingga ada conflict of interest, ada ewuh pakewuh, ada rasa gak enak bahkan mungkin takut. Kenapa? karena tindakan moderator jang tegas, bisa dibalas oleh akun2 itu. Tapi hal ini berudjung fatal: ibarat sepakbola: kalau wasit tak tegas, penonton dan pemain mentjari hukum-nja sendiri. Karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Karena moderator tak mampu tegas terhadap 1-2-3 orang di group ini, 3700an member harus dirugikan. Karena rasa ewuh pakewuh bahkan takut binti dilematis pada akun-akun palsu, moderator djadi galau, mau mundur.Menjelesaikan masalah? Nah introspeksi itu baik, tapi wasit jang tegas djuga is a must, suatu keharusan, karena mereka jang memang niatnja bikin onar en rusuh enggak bakal introspeksi. Mereka “pret sadja terhadap himbauan introspeksi karena pakai topeng, foto entah siapa, nama entah darimana. Maka? tiada rasa malu bikin gara-gara lha wong tudjuan mereka memang bikin gara-gara. Mengapa? Harus diingat, OSK ini bukan semata wadah fans. Ada ‘persaingan’ organisasi, ada rivalitas sengit antar pelestari, ada urusan perut bitjara, ada bisnis. Ada urusan ideologis organisasi (lihat, bahasa Inggris dalam nama organisasi aza ada jang permasalahkan). MAKA, djangan mimpi semua ini akan kembali sedjuk dengan aneka himbauan, sentuhan Qalbu, dll. Ketidakpuasan2 di alam njata itu, tiada salurannja. MAKA, di sinilah kepentingan2 itu bertempur: perang di media sosial di OSK ini. Pake topeng. Pakai nama palsu, tapi sasaran tembaknja tak pernah palsu, bisa terbatja.Bagi mereka jang polos lugu bergabung di sini karena menggemari KOES semata, tak akan memahami mengapa ada keributan ini, en selalu menjerukan solusi2 seperti introspeksi dll. Hnah, saja landjutkan: kalaupun bukan akun palsu-pun, mereka jang suka bikin gara gara seperti posting merendahkan figur musisi lain, meletjehkan band pelestari ttt akan di atas angin, karena dibiarkan, karena tiada teguran. Terkesan dibenarkan. SOLUSI? kalau DC kewalahan, moderator OSK bisa ditambahkan djumlahnja di sini, atas usul bersama: siapa jang kira kira pantas djadi moderator en punja ketegasan. Kalau kerdja sendiri, ja teol en galau. Sebagai komparasi, saja mendjadi moderator group institusi tempat saja bekerdja bersama 4 moderator lain, sedangkan anggota group hanja sekitar 500. Lha OSK ini, njaris 4000 orang dengan 1 moderator. Ini djuga permasalahan jang bisa ditjari solusinja. Pilih pribadi jang tepat untuk djadi moderator menemani DC. Tapi sulit djuga sih djadi moderator di sini, aneka kepentingan akan bermain, apalagi khas bangsa Indonesia: kenal, djadi gag enak tegas. Akhirnja? OSK ini sebenarnja setjara realita seperti rimba raja, siapa kuwat dia akan menang. Mau bertahan, ja harus tebal muka en telinga, atau keluar aza, hehehe. Hnah, sama seperti broer Adit DPlus, saja djuga siap diremove di urutan terdepan kalau memang dinilai sumber onar en dinilai tiada manfaat di OSK ini. Atau mungkin perlu meremove diri sndiri dari sini hehehe. Member OSK menunggu ktegasan anda broer moderator, bukan kegalauan. Bisa tak??? Maaf kalau ada salah kata. We salute you still. Tabik_MKW

Setelah posting ini tak berapa lama diangkatlah admin baru di OSK mendampingi DC. Bertambahnya admin baru bukan membuat situasi makin tertib, malah sebaliknya bertambah runyam. Anggota-anggota dengan akun-akun palsu bertebaran, saling canda, saling ejek. Saya belum pernah menjumpai group FB sekacau group ini walau dengan jumlah yang sama. DC sendiri kemudian mengundurkan diri, yang tak berapa lama kemudian diangkat secara single-handedly oleh admin bernama FB Abah Duddy Zein.

Saya memprotes pengangkatan DC tersebut yang saya anggap dan yakini sebagai tidak demokratis. Puncaknya, DC yang tiba-tiba kembali jadi admin itu meremove saya dari Group OSK, dan kemudian mundur lagi sebagai admin, hal yang dilakukannya dengan sepenuh restu  semua admin yang ada waktu itu.

Advertisements