Sedikit Kisah Tentang Yon Koeswoyo dan Susy Nander

Susy Nander di sela sela tour Dara Puspita di Semarang 1972, sepulang dari 3,5 tahun di Eropa.
Susy Nander di sela sela tour Dara Puspita di Semarang 1972, sepulang dari 3,5 tahun di Eropa.

Kedua mantan kekasih itu berjumpa pulalah. TV One mempertemukan mereka kembali
dalam acara Satu Jam Lebih Dekat yang menghadirkan Yon Koeswoyo, semalam 3 Februari 2011
mulai pukul 19:30 hingga 20:30. Susy Nander alias Sugen dan Koesyono alias Yon Koeswoyo,
masing-masing adalah musisi tangguh dari dua band terbesar era 60 : Dara Puspita
dan Koes Bersaudara. Keduanya menjalin kasih di kala keduanya jaya dalam grup
masing-masing : Sugen sebagai drummer Dara Puspita dan Yon sebagai vokal gitar
Koes Bersaudara.
Dara Puspita sendiri berdasarkan polling majalah AKTUIL tahun 1968 duduk di peringkat
pertama band pilihan pembaca, mengumpulkan suara jauh di atas Koes Bersaudara,
band yang berjasa membawa kesuksesan mereka. Benarlah Yon ketika dalam
perbincangan dengan Indy Rahmawati mengatakan bahwa Dara Puspita adalah band
besar yang merupakan ‘saingan’ tersendiri bagi Koes Bersaudara. Handiyanto, yang pernah menjadi tehnisi dan roadie Koes Bersaudara (kemudian menjadi tehnisi dan roadie Dara Puspita selama di Eropa) bersaksi bahwa instrumen dan
sound system Dara Puspita jauh lebih baik daripada Koes Bersaudara,
bahkan bisa dikatakan yang terbaik di Indonesia pada masanya.
Tak banyak orang mengetahui hubungan kasih Sugen dan Yon, namun lebih banyak
lagi yang tak mengetahui bahwa kedua band ini: Koes Bersaudara dan Dara Puspita
memiliki hubungan yang amat dekat. Dara Puspita (awalnya bernama Irama Puspita)
yang telah malang melintang di seputaran Surabaya dan Jawa Timur memutuskan
hijrah ke Jakarta atas saran Tonny Koeswoyo. Di kota ini, mereka digembleng dan
dibina oleh Tonny dan adik-adiknya, sehingga kemudian diajak tampil bersama dalam berbagai
panggung, terutama ketika Koes Bersaudara mendapat job rutin di Airport Kemayoran. Totok A.R, mantan bassplayer pertama Koes Plus yang juga adik kandung Lies dan Titiek A.R. bahkan mengatakan bahwa nama Dara Puspita adalah ide dari Koestono alias Tonny Koeswoyo, pimpinan Koes Bersaudara (kelak menjadi Koes Plus). Kedua band pernah manggung bersama di daerah semenjak awal paruh kedua dekade 60-an. Tak banyak pula orang mengetahui bahwa lagu “Tinggalkan Aku
Sendiri” yang direkam oleh Dara Puspita dan dimasukkan dalam debut mereka “Jang
Pertama” (1966) adalah milik Koes Bersaudara. Lagu itu digubah oleh Yok
Koeswoyo, pernah direkam oleh Koes Bersaudara, namun kemudian hilang. Yok
Koeswoyo pula menulis lagu berbahasa Inggris “Believe Me” untuk piringan hitam
mereka yang keempat ” A GO GO” yang dirilis di bawah label Elshinta.
Berpisah pada pertengahan 1968 manakala Dara Puspita memulai tour ke Eropa-nya,
Yon Koeswoyo menikah manakala Susy Nander tengah berada di Inggris bersama Dara
Puspita, sesuatu yang tentu berat untuk dijalani keduanya.
Pertemuan keduanya di acara tersebut bagi saya yang menggemari kedua band
tersebut tentu mengharukan. Yon Koes terlihat bersungguh-sungguh mengisahkan
betapa ia memuji Susy pada masanya, dan betapa drummer itu begitu agung
kedudukannya di dalam hatinya. Bahwa pertemuan itu bukanlah pertemuan yang
terjadi setelah sekian lama (keduanya pernah berjumpa satu panggung di surabaya
pertengahan 90-an), namun tak urung kisah lama yang dikenang mendatangkan
keharuan, terbaca di wajah masing-masing keduanya. Waktu telah berlalu, keduanya
telah memasuki usia senja. Dan keduanya telah menempuh kehidupan masing masing.
Yon kini berbahagia dengan Bonita setelah perkawinan sebelumnya kandas. Susy
Nander menikah dengan L. Kolompoy. Rasa besar hati yang ternampak di keduanya
sehingga kisah masa lalu tak lagi dikenang dengan bersedih-sedih. (Manunggal K. Wardaya)

Temanggung, 4 Februari 2011

Advertisements