Joe Satriani Unstoppable Momentum World Tour 2014; Laporan dari Utrecht

Mengenakan kaos berwarna hitam polos dipadu dengan celana jeans hitam dan sepatu boot kulit berwarna gelap, Satriani menggebrak dengan lagu Jumpin’In yang diambil dari album terbarunya Unstoppable Momentum (2013).

Bercorak bluesy lagu ini berhasil membuat penonton bergoyang setelah sebelumnya setengah terbakar dengan penampilan trio  Raven Eye yang juga tampil memukau.

Nomor baru ini kemudian disambung dengan Devil’s Slide dari album Engines of Creation(2000). Duel gitar Joe dengan Mike Keneally sang second guitarist dan keyboardis menjadi atraksi yang memiliki daya tarik tersendiri. Keneally yang tercatat pernah membantu Steve Vai dan Frank Zappa ini cukup memukau, memberi pondasi pada jerit dan lengking gitar Joe.

Photo: Manunggal K. Wardaya
10498408_10152244797028823_8313972494861047094_o
Photo: Manunggal K. Wardaya

Joe Satriani memang pantas mendapat predikat dewa. Nomor-nomor klasik baik yang bernuansa slow seperti Always With Me Always With You ‘dan Cryin maupun yang bertempo tinggi dan teknikal seperti  Summer Song dan Satch Boogie dimainkan dengan prima. Di jemarinya enam senar gitar Ibanez JS series yang dimainkan menyalak, melengking, menjerit dan meraung. Ia memainkan aneka lagu yang telah menjadi soundtrack hidup penggemarnya seperti Flying in A Blue Dream  dan Cool #9 meluncur mulus memancing aplus tak henti dari penonton. Walau bibir dan wajahnya selalu tersenyum, gitaris yang selalu tampil plontos dan berkacamata hitam ini tak banyak berdialog dengan penonton

Nomor lain dari album Unstoppable yang dimainkan adalah Three Sheets to The Wind. Lagu yang berirama riang ini benar-benar menggelitik, dan mudah melekat di telinga. Di sepanjang pertunjukan permainan guru gitar Steve Vai dan Alex Skolnick ini begitu kohesif dengan para musisi pengiringnya. Selain Keneally,  drummer Marco Minnemann yang direkrutnya juga bukan orang sembarangan. Drummer berusia 44 yang sempat mengikuti audisi Dream Theater ini diberi kesempatan untuk melakukan solo drum sementara Satriani beristirahat di sisi panggung.  Sementara itu Bryan Beller yang memainkan bass pula kenyang malang melintang di dunia panggung maupun rekaman. Lulusan Berklee College of Music kini tercatat sebagai bassplayer Dethklok dan the Aristocrats.

Konser satriani di Utrecht adalah penampilan kedua setelah sehari sebelumnya tampil di Jerman. Hingga akhir Juli 2014, Satriani akan melibas berbagai kota di Eropa.

Aftershow bersama RavenEye, trio dari Inggris, pembuka konser Joe.
Aftershow bersama RavenEye, trio dari Inggris, pembuka konser Joe.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s