CD dan Piringan Hitam Bekas di Melbourne

Apakah anda seorang kolektor CD dan piringan hitam (PH) terutama dari grup-grup rock legendaris? Jika ya, maka Australia adalah surga bagi anda untuk berburu CD dan PH tersebut. Hal ini karena hampir di seluruh penjuru Australia mudah dijumpai toko yang menjual CD bekas maupun baru dengan koleksi yang lengkap dan dengan harga murah. Kota Melbourne misalnya dikenal sebagai kota yang memiliki apresiasi seni tinggi. Seolah tiada henti, hampir setiap hari selalu saja ada pagelaran seni diselenggarakan di kota yang terletak di sebelah tenggara benua Australia ini.

Tidaklah sukar untuk mendapatkan CD dengan harga murah di Melbourne. Ada berbagai alternatif yang bisa dipilih. Yang termurah adalah mendatangi Sunday Market. Sunday Market adalah semacam pasar murah yang dikoordinir oleh organisasi bernama Rotary, dimana setiap hari minggu, di suatu tempat tertentu diselenggarakan pasar murah. Tujuannya adalah menyediakan barang barang murah bagi mereka yang membutuhkan kepada mereka yang tentu saja lebih membutuhkan.

Salah satu Sunday Market yang terkenal di Melbourne biasa diselenggarakan di kawasan Camberwell. Mengambil tempat di pelataran parkir di belakang sebuah pertokoan, pasar murah ini sendiri dimulai pada pukul 8 pagi dan berakhir sekitar jam 12.30 siang. Di sini kita bisa mendapatkan CD dan PH (dan tentunya berbagai barang bekas lainnya) dengan harga yang jauh lebih murah dari harga baru. Khusus untuk CD dan PH ada dua macam pedagang, yakni penjual perorangan, yakni mereka yang memang bermaksud menjual barang-barang pribadinya (termasuk CD dan PH), dan mereka yang memang ‘dari sananya’ adalah penjual CD second dengan motivasi bisnis.

Tentu saja koleksi CD yang ada di Sunday Market bervariasi dari minggu ke minggu, tergantung siapa penjualnya. Kalau sedang mujur, anda bisa mendapatkan banyak CD kwalitas masterpiece dengan harga yang sangat miring. Piringan hitam album Machine Head dari Deep Purple misalnya atau A Hard Days Night dan Please Please Me dari The Beatles, sangat mudah dijumpai dan dibandrol AU$5 (sekitar 30 ribu). Di Sunday Market ini pula kita bisa menemukan banyak PH klasik rock yang menjadi incaran kolektor di tanah air seperti album Tales From Topographic Ocean, Drama, Fragile, Close To The Edge dari YES, ataupun album-album dari Dire Sraits, David Bowie, Nektar. Kondisinya pun masih bagus dan terkadang malah masih mint condition.

Harga sebesar itu memang seolah sudah standar, namun kalau kita bisa menawar terlebih jika penawaran dilakukan ketika menjelang jam berakhir, maka harga bisa turun lebih tajam lagi. Jangan kaget kalau anda bisa mendapatkan Pink Floyd ataupun CD dari Aerosmith dan Van Halen dengan harga hanya AU$2. Para penjual perorangan lebih senang barangnya habis berapapun harganya, karena sebenarnya misi mereka berjualan adalah membuang barang yang tak mereka sukai.

Tidak hanya itu, di sela sela pasar murah, sering ada penampilan dari grup grup musik lokal dari Australia yang membawakan musik musik country atau gypsy. Mereka tampil layaknya pengamen, sedangkan pengunjung pasar murah melempar barang 10 20 sen ke kotak yang mereka sediakan. Mereka juga menjual CD rekaman mereka yang digarap secara indie. Kendati terhitung tidak murah (sekitar AU$ 20) namun mendapatkan CD langsung dari artisnya mungkin sensasi tersendiri bagi pembelinya.

CD bekas juga bisa didapatkan di toko yang khusus menjual CD dan PH secondhand. Salah satu yang terkenal adalah Dixon CD Store yang tersebar di berbagai penjuru kota Melbourne. Toko ini menjual aneka macam CD dan PH bekas, namun tentu dengan harga toko, kendati lebih murah dari toko records baru. PH dan CD yang ditawarkan berkisar AU $ 5-25. Jika anda hendak membeli suatu album, ada baiknya membandingkan dahulu dengan Dixon, siapa tahu album yang sedang anda incar ada di sana. Album Anthology dari The Beatles misalnya di toko harga barunya sekitar AU$ 35, sedangkan di Dixon bisa didapat seharga AU$ 25. Lumayan kan?

Namun perlu diingat, CD murah tidak selalu di pasar murah atau second hand shop/market. Ada toko CD yang sangat murah di Melbourne yakni Dragonfly Discs. Terletak di Elizabeth Street, toko CD ini mudah sekali dicapai, karena letaknya di jantung kota dan sangat dekat dengan Flinders Station, stasiun kereta api terbesar di Melbourne. Di kalangan pecinta dan kolektor musik, Dragonflydiscs sudah sangat dikenal karena toko ini menjual CD terutama dari grup grup klasik rock seperti Mahavisnu Orchestra, the Kinks, Animals, Taj Mahal, Jimi Hendrix, YES dan juga Pink Floyd.

Jika di toko CD harga yang ditawarkan untuk CD CD tersebut berkisar AU$ 20-25, maka di Dragonfly, semua CD dijual seharga AU $10 atau AU $15. Matty, sang pemilik Dragonfly disc menjawab dengan simpel mengapa ia menjual dengan murah CD-Cdnya : “Karena kami baik hati,” demikian katanya tersenyum lebar. Matty juga menjamin bahwa semua CD di tokonya adalah asli dan bukan barang bekas/second hand. “Kami mendapakan dari berbagai distributor besar CD di Australia,” tambahnya lagi.

Namun jangan salah mengartikan bahwa CD di toko bekas maupun Sunday Market sekalipun selalu lebih murah dari harga CD baru di toko. Toko CD di Melbourne dan juga Australia seperti HMV, JI BI HIFI dan Sanity dikenal karena sering mengadakan diskon besar-besaran atas barang dagangannya. CD yang didiskon juga bukan hanya dari artis kelas dua. Kerap kali CD dari KISS, Uriah Heep, dan juga CD-CD klasik seperti Mozart, Vivaldi, dan Bach.

Dadang Sudana, dosen sebuah PTN di Bandung yang sedang menempuh studi Doktor di Deakin University misalnya sangat senang ketika mendapatkan CD boxset dari Genesis Archive I yang berisi 4 keping CD. “ Saya sudah lama mimpi untuk memiliki CD ini sejak lama” katanya tersenyum lebar. Dadang pantas gembira. Betapa tidak, CD itu harga normalnya adalah sekitar AU$64 dan ia mendapatkannya hanya seharga $35 ketika sedang diadakan sale. Di toko bekas, CD itu ditawarkan seharga AU$45, 10 dollar lebih mahal dari harga baru yang dibeli Dadang.

Berbicara CD bekas, ia bahkan mengaku sering mendapatkan CD dari artis artis terkenal seperto John Lee Hooker, John Mayall dengan harga AU$ 5 dollar dalam kondisi CD masih disegel. Bahkan CD Eric Clapton Money and Ciggarettes didapatkannya seharga hanya 50 sen atau jika dirupiahkan hanya senilai 3500 perak! Pertanyaannya, kapan ya toko CD di Indonesia mengadakan sale gila-gilaan seperti itu?

Catatan: Tulisan ini dibuat di Australia pada 2004, dikirimkan pada sebuah surat kabar. Tidak pernah dimuat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s