Di Kebekuan Ini

 

lodhi4Dingin semesta siksai diri

Menambah lara hati nan sunyi

Malam terasing ratapi jarak

Mendamba sapa nan sia-sia

 

Dan di kejauhan ini menyala tanya

Adakah disana pula rasai?

Dan di kebekuan ini berhembus asa

Apa yang ada hangatkan hati

 

New Delhi, 29-30 Januari 2019

Seperti Gelombang Samudera

images

Redup semesta terseret senja

Mengabutua angkasa terhisap malam

Memuram kelam wajah dunia

Hadirkan kasihmu ke ruang cita

 

Seperti gelombang samudera

Rasa ini tak pernah mereda

Walau beribu malam terlewat sunyi

rasa ini tak pernah berhenti

 

Purwokerto, 10 November 2018

 

Universitas Nasional Saraswati: Cikal Bakal UNS Surakarta

Arsip foto milik almarhum Ibu:

Sejumlah mahasiswa dan mungkin juga pengajar Universitas Nasional Saraswati (UNS) Surakarta. UNS ini kemudian beralih status menjadi Universitas Sebelas Maret yang juga kemudian lebih dikenal dengan singkatan lamanya UNS.

Duduk nomor tiga dari kiri adalah Ibu, dan berdiri, pula nomor tiga dari kiri, adalah Bapak. Foto ini diambil sekira paruh akhir 1960-an.

IMG_20171213_0002

Kursi Rotan Rumah Kami

IMG_20171213_0005.jpg

Foto di atas adalah pemandangan rumah kami di Solo di paruh pertama 1970-an. Tampak dalam gambar di ujung adalah kakekku Soekandar Wignjosoebroto (Lemah Abang 1902- Surabaya 1988), seorang pensiunan Djawatan Kereta Api tengah duduk bersarung didampingi Bapak (Boyolali 1932- Purwokerto 2010).

Di meja tamu terdapat teko (yang mestinya) berisi air teh di mejja yang dihiasi taplak renda. Pria di ujung kanan aku tak mengenali siapa.

Tampak sekelebat berambut panjang di sebelah kiri kuduga adalah rewang (Djawa: asisten rumah tangga) kami, dan balta dalam gendongan bisa jadi aku atau kakakku jang lain.
Ada meja kerdja Bapak dengan model art deco yang sebenernya dibawa dalam kepindahan ke Purbalingga (dan kemudian Purwokerto). Yang masih tersisa adalah satu set kursi jati dengan dok rotan yang menurut penuturan ibu dipesannya sendiri dari pembuat kursi di Solo.

Sebelum ibu berpulang Februari lalu, kursi itu aku minta  dan kemudian aku perbaharui rotannya. Kini ia menjadi salah satu perabot rumah yang paling kusayang.

DSC_0353

Untuk Apa

Untuk apa ku buka jendela pagi ini

kalau ku tahu matahari tak sehangat hari lalu

udara tak sesegar kemarin

hijau rumput dan pepohonan tak lagi seindah waktu itu

 

Untuik apa ku langkahkan kaki

kalau ku tak bisa mendekatimu

meskipun ku tahu kemana harus mencari

mengagumimu dari jauh hanya itulah bisaku

 

Jika memandang semua tentangmu

hanya menambah pilu

untuk apa ku buka mataku?

 

8 Februari 2017

Di Penghujung Musim Bersemi

Terik mentari
terangi semesta negeri
hangati seluruh bumi
Di penghujung musim bersemi

 

download

Melangkah kita bersama
Di tengah riang ria manusia
Dalam riuh kata dan sapa
diantara harum kopi dan mekarnya bunga

Bergenggaman erat jemari
Usap lembut hangati hati
Gumpal rasa tak lagi tersembunyi
Bahagia telah terlahiri