Category Archives: Tourisme

Sensasi Berenang di Air Alam: Pikatan Waterpark, Temanggung

Salah satu sudut Pikatan Waterpark. Foto: MKW
Salah satu sudut Pikatan Waterpark. Foto: MKW

Berenang di kolam renang air alam memang jauh lebih menyenangkan daripada berenang dengan air ledeng/PAM. Kita tidak perlu merasa jijik ‘mandi’ di kolam besar dengan air yang berlendir dan berbusa seakan mengandung kotoran badan ratusan atau bahkan ribuan orang seperti yang umum dijumpai di kolam renang air PAM. Di Pikatan Waterpark yang mengandalkan mata air yang terletak di dalam lingkungan kompleks, setiap saat air di dalam kolam melimpah keluar, tergantikan oleh air segar yang baru muncul dari kolam mata air. Inilah bagi saya yang menjadikan daya pikat Taman Air Pikatan, atau bahasa kerennya Pikatan Waterpark. ┬áSelain itu, air kolam renang ini tidak menggunakan kaporit, sehingga kalaulah sedikit tertelan, tidak membuat rasa enek di perut.

Letaknya? ini dia susahnya: cukup berada di luar kota Temanggung. Bagi mereka yang tak punya kendaraan pribadi memang agak susah menjangkaunya karena konon bahkan angkutan pedesaan juga tidak melewati daerah tersebut. Untunglah Temanggung adalah bagian dari Indonesia, negeri jutaan sepedamotor, jadi kolam renang ini tetap dapat saja terjangkau oleh masyarakat luas. Lahan parkir untuk sepedamotor luas. Untuk parkir mobil di tanah lapang samping kolam renang juga mampu menampung cukup banyak kendaraan roda empat. Soal parkir, saya punya catatan minor tersendiri pada Desember 2012 ketika saya berkunjung ke sana. Walau di kertas parkir tertulis Rp. 1000 si petugas parkir  meminta Rp. 2000 pada saya, sambil menyodorkan kertas parkir yang terlipat. Sementara di hari yang sama, adik ipar saya yang juga berenang dan membawa mobil dipungut Rp.3000 dari tarif normal biasanya yang hanya Rp.2000. Tidak seberapa memang selisih uang 1000 itu bagi kebanyakan orang, termasuk saya, akan tetapi rasa tidak puas dan kesal itu yang tak ternilai jadinya, menjadikan awalan yang kurang baik bagi mood berenang,

Ada beberapa kolam di dalam Pikatan Waterpark, baik kolam prestasi untuk mereka yang ingin berenang dengan ‘serius’ maupun kolam untuk bermain anak-anak yang cukup dangkal dan fasilitas slide peluncur. Ruang ganti dan toilet juga cukup banyak dan bersih, menambah nyaman ketika kita berada di sana. Namun begitu, tidak ada fasilitas locker di kolam renang ini, sehingga pengunjung mesti berhati-hati menjaga barang miliknya sendiri. Makan minum jika lapar? Ada kantin di dalam yang menyediakan aneka makanan seperti mie instan, aneka kripik kentang, serta minuman hangat maupun dingin. Harganya? sudah tentu premium. Saran saya: lebih baik membawa bekal sendiri jika masuk ke dalamnya. Toh membawa bekal bukan hal terlarang di kolam renang ini.

Sebagaimana tempat rekreasi, kolam renang ini akan bertambah keramaiannya pada hari Sabtu dan Minggu. Catatan saya pada Desember 2012, di dua hari itu, tiket masuknya pun lebih mahal yakni Rp. 7500, sedangkan di hari biasa (Senin-Jumat) tiketnya hanya Rp.6000. Jika mendadak ingin mencoba berenang di sini, orang tak perlu takut tidak punya perlengkapan renang, karena di pintu masuk, cukup banyak dijual aneka peralatan renang seperti baju renang, pelampung, maupun kacamata renang. Harganya? yang jelas saya pernah melihat ada orang membeli di sana, dan ternyata bisa ditawar.

Catatan: Ketika mengunjungi Pikatan Waterpark pada 18 Agustus 2013, tarif kolam renang untuk hari Sabtu dan Minggu sudah naik menjadi 12,500/orang. Sudah ada locker untuk menyimpan pakaian dan barang-barang milik pengunjung. Namun memprihatinkannya, tarif parkir masih dipungut seenaknya. Membawa mobil. saya dimintai 5000 rupiah oleh petugas parkir, dan kertas parkir diselipkan begitu saja di wiper mobil. Ketika diperiksa di rumah, ternyata tarif parkir mobil sebenarnya hanya 2000. Mengecewakan.