Di Stasiun ini Aku menanti

Keretamu telah pergi

tinggalkan aku di sini

sendiri merenungi sepi

dan sunyi yang tak terperi

 

Dengan tersedu aku punguti

remah tawa, tangis, dan nyanyi

serta  indah bait puisi

kristal  rasa yang pernah terbagi

 

Teringat akan pesanmu kini

Pesan dari dari dasar hati

Suatu hari nanti kau  akan kembali

 

dan wujudkan semua mimpi

 

Di Stasiun ini aku menanti

Kembalimu pada diri

Yang akan sembuhkan luka di hati

Genggam jemari tak lepas lagi

Tak Ingin

Tak ingin aku pergi

Karena kutahu dirimu tiada di sana

Tak ingin aku bersuka

Karena tanpamu hampa terasa

Tak ingin kubagi rasa

Selain denganmu takkan lega

Aku hanya ingin sendiri

Membakari rindu dalam hati

Aku hanya ingin sendiri

Akhiri hari bersama bayangmu dalam diri

 

Ibu

Kau hentikan tangis kecilku

hapus duka dan sedihku

dengan kelembutanmu

yang menenangkan hatiku

 

Kau berikan aku

yang terbaik selalu

untuk tumbuh kembangku

demi masa depanku

 

Dalam keterbatasanmu

Selalu Kau berikan padaku

Apa yang kuperlu

Walau tak ringan buatmu

 

Kau antar setiap pergiku

Dengan doa dan pengharapanmu

Agar aku selamat selalu

Dalam meraih segala citaku

 

Kembali engkau kini

Selamanya ke abadi

Pulanglah dengan tenang

Ibu..

Kemanapun (2)

Jalanan kota ini

Tak pernah kau lewati

Tapi di segala likunya

Selalu ada dirimu

 

Sunyi taman ini

Tak pernah kau datangi

Akan tetapi di setiap sudutnya

Selalu ada hangatmu

 

Karena kemanapun aku pergi

Bayangmu menyertai

Karena  kemanapun kumenuju

Selalu engkau di hati

Kemanapun

Diantara hijau cokelat daun di pepohonan

dan hamparan gunung, sawah dan pemukiman

Kemanapun pandang mata tertuju dan tertahan

hanya engkau di dalam angan

Diantara lalu lalang orang berjalan bepergian

dan aneka kendaraan dan debu beterbangan

Kemanapun pandang mata ini terdampar

hanya engkau dalam bayangan

diantara saling silang bincang pembicaraan

dan senda gurau tawa dan keluh kesah orang

apapun telinga ini mendengar

kata sayangmu lembut terngiang

Merindumu kini tiada tertahan

Bagai kemarau memohon belas kasih hujan

Menangis hati kais harapan

Menggapai dirimu yang kian menghilang

 

Syair Itu

Terbangun di tengah sunyi dan perih rindu

Kutemukan penggalan syair yang kau tulis itu

Syair yang kau sampaikan tatkala sekejap dekat denganku

tanpa sempat bertemu

dan ku tahu itu adalah pesanmu untukku

Tentang rasa hati yang kau sampaikan kala itu

Tentang harapan kelabu

dan tentang linang air mata dan rasa yang menyesak di dadamu

Ingin memelukmu dan katakan

Aku menyayangimu

Sesungguh hatiku