Pagi Berseri

Pagi berseri, alam bernyanyi

Berkilau dedaunan ditimpa mentari

Semesta raya riang berdendang

Wajah-wajah bersuka senang

 

Namun tiada ria dapat kurasai

Setelah keluh kesahmu tiada lagi

dan duka bahagia  tak lagi terbagi

Selepas pergimu kemarin hari

 

Pagi berseri, alam bernyanyi

Sonata indah merayu menari

Sedaya upaya membendung hati

Ratapi hangat  yang tiada lagi

Sst..

sst.. jangan bilang apa-apa

meski kamu punya banyak kata

dan aku ingin mendengarnya

ssst.. jangan bilang apa-apa

meski sesak tersekat di dada

aku tau kamu mau bilang apa

ssst.. jangan bilang apa-apa

tak kan cukup kata-kata di dunia

untuk menyatakannya

ssst.. jangan bilang apa-apa

aku tau kamu selalu di sana

dalam sunyi yang menyiksa

sssstttt…

Dalam Senja Yang Beranjak Pergi

images87Dalam temaram cahya mentari

sampai aku, di pantai ini

pantai yang pernah engkau singgahi

disapa  ombak tiada henti

 

dan di sini  di pantai ini

pernah kau biskkan rasa di hati

akan rindu dan  kasih pada diri

yang tak mampu kau tanggung sendiri

 

dalam gemuruh  jiwa melepuh

sejauh pantai aku susuri

‘punguti serpih rasa melankoli

dalam senja yang beranjak pergi

 

 

Di Sebuah Kursi Tua

Di hari itu sebelum senja

Terdampar kita di kursi tua

Berdua duduk berdamping raga

Pada hari kembali berjumpa

SetKursiKayuJengki

Di sanalah di kursi tua

Berbagi kita selaksa cerita

Tentang warna, tawa, dan nada

Ditengah rindu yang tak terkata

 

Dan oh diantara merdu biru cerita

Kau sentuh aku sepenuh jiwa

Hangat kasih yang tak pernah kurasa

Dari tulus hati yang mencinta

 

Di hari ini setelah senja

Beribu depa dari sang kursi tua

Bersimpuh aku mata berkaca

Mengenang bahagia yang pernah ada