Kursi Rotan Rumah Kami

IMG_20171213_0005.jpg

Foto di atas adalah pemandangan rumah kami di Solo di paruh pertama 1970-an. Tampak dalam gambar di ujung adalah kakekku Soekandar Wignjosoebroto (Lemah Abang 1902- Surabaya 1988), seorang pensiunan Djawatan Kereta Api tengah duduk bersarung didampingi Bapak (Boyolali 1932- Purwokerto 2010).

Di meja tamu terdapat teko (yang mestinya) berisi air teh di mejja yang dihiasi taplak renda. Pria di ujung kanan aku tak mengenali siapa.

Tampak sekelebat berambut panjang di sebelah kiri kuduga adalah rewang (Djawa: asisten rumah tangga) kami, dan balta dalam gendongan bisa jadi aku atau kakakku jang lain.
Ada meja kerdja Bapak dengan model art deco yang sebenernya dibawa dalam kepindahan ke Purbalingga (dan kemudian Purwokerto). Yang masih tersisa adalah satu set kursi jati dengan dok rotan yang menurut penuturan ibu dipesannya sendiri dari pembuat kursi di Solo.

Sebelum ibu berpulang Februari lalu, kursi itu aku minta  dan kemudian aku perbaharui rotannya. Kini ia menjadi salah satu perabot rumah yang paling kusayang.

DSC_0353

Advertisements

Senja Kenangan

20131003_073200Senja yang telah memburam dalam ingatan

Senja ketika engkau beri aku kenangan

Kenangan yang kau beri dengan sepenuh kesadaran

dan kau pinta untuk selalu kusimpan

untuk kau lihat kembali di hari yang entah kapan

Dalam Senja Yang Beranjak Pergi

images87Dalam temaram cahya mentari

sampai aku, di pantai ini

pantai yang pernah engkau singgahi

disapa  ombak tiada henti

 

dan di sini  di pantai ini

pernah kau biskkan rasa di hati

akan rindu dan  kasih pada diri

yang tak mampu kau tanggung sendiri

 

dalam gemuruh  jiwa melepuh

sejauh pantai aku susuri

‘punguti serpih rasa melankoli

dalam senja yang beranjak pergi

 

 

Di Stasiun ini Aku menanti

Keretamu telah pergi

tinggalkan aku di sini

sendiri merenungi sepi

dan sunyi yang tak terperi

 

Dengan tersedu aku punguti

remah tawa, tangis, dan nyanyi

serta  indah bait puisi

kristal  rasa yang pernah terbagi

 

Teringat akan pesanmu kini

Pesan dari dari dasar hati

Suatu hari nanti kau  akan kembali

 

dan wujudkan semua mimpi

 

Di Stasiun ini aku menanti

Kembalimu pada diri

Yang akan sembuhkan luka di hati

Genggam jemari tak lepas lagi